Beban Operasional Mandiri Tunas Finance Melandai

Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) perusahaan pembiayaan melandai per Juli 2018, salah satunya PT Mandiri Tunas Finance
Azizah Nur Alfi | 14 September 2018 12:30 WIB
Karyawati melayani nasabah di kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Rabu (9/8/2017). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) perusahaan pembiayaan melandai per Juli 2018, salah satunya PT Mandiri Tunas Finance. 

Direktur Keuangan MTF Armendra menuturkan, BOPO perseroan melandai per Juli 2018. Hal ini karena kualitas kredit semakin membaik pada 2018. 

Dia menjelaskan, BOPO per Juli 2018 sebesar 69,40%, sedangkan per Juli 2017 sebesar 79,35%. Sehingga ada perbaikan 11,6% yoy Juli. 

Adapun, BOPO per Juni 2018 sebesar 69,44%, sedangkan per Juni 2017 sebesar 80,82%. Sehingga ada perbaikan 14,1% yoy Juni. 

"Melandai karena 2018 kualitas kredit yang semakin membaik," katanya, Kamis (14/9/2018). 

Berdasarkan data statistik lembaga pembiayaan OJK pada Juli 2018, rasio BOPO tercatat 80,34%, menurun dibandingkan rasio BOPO pada Juli 2017 tercatat 81,97%.  Sejak awal tahun ini, rasio BOPO paling rendah yakni pada Mei 2018 tercatat 79,88%. 

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan, BOPO merupakan beban operasional dibagi dengan pendapatan operasional. Rasio BOPO yang semakin melandai menunjukkan perusahaan pembiayaan lebih efisien dan kualitas kreditnya semakin baik. 

"Berarti dia [perusahaan pembiayaan] bisa mendapatkan revenue lebih tinggi dari beban. Bisa dikatakan efisiensinya sudah jalan atau kualitas [kredit] membaik," katanya

Tag : mandiri tunas finance
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top