Penyaluran Pembiayaan Pada Masyarakat Miskin ala BTPN Syariah

Persaingan bisnis perbankan syariah syariah semakin ketat. Bank syariah pun harus kreatif memanfaatkan pasar, apalagi pesaing mereka juga bank konvensional.
Nirmala Aninda | 17 September 2018 22:45 WIB
BTPN Syariah. - lowongankerja1.info

Bisnis.com, JAKARTA - Persaingan bisnis perbankan syariah syariah semakin ketat. Bank syariah pun harus kreatif memanfaatkan pasar, apalagi pesaing mereka juga bank konvensional.

Inovasi dan model bisnis yang berbeda harus diterapkan agar memenangi persaingan. Terlebih lagi potensi pasar syariah di Indonesia masih sangat luas untuk digarap.

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. pun menawarkan model bisnis yang berbeda dibandingkan dengan bank lain. Bisnis mereka pun bisa dikatakan mengembangkan keuangan inklusif melalui pemberdayaan nasabah perempuan di segmen prasejahtera produktif.

Wakil Direktur Utama BTPN Syariah Mulia Salim mengatakan salah satu upaya untuk menggerakkan perekonomian di Indonesia dengan memberdayakan para perempuan.

"Mereka inilah yang punya andil besar dalam perekonomian keluarga. Kami percaya, jika perempuan memiliki semangat berusaha, maka ekonomi keluarga akan tumbuh sehingga memiliki kesempatan untuk menjadi lebih sejahtera," ujarnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Bank yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia ini memiliki fokus bisnis pada pembiayaan super mikro tanpa agunan yang ditujukan kepada perempuan dari keluarga prasejahtera yang sebagian besar belum bankable.

Model bisnis yang unik yang ditawarkan bank berkode saham BTPS ini tidak hanya membuka akses keuangan, tetapi juga fokus untuk meningkatkan kapasitas nasabah melalui program pendampingan yang disebut dengan Daya.

Daya adalah sebuah program pendampingan kepada nasabah yang dijalankan oleh staf BTPS yang diberi nama Merpati Putih Bangsa. 

"BTPN Syariah memberikan pendampingan secara berkelanjutan bahkan sejak calon nasabah belum mendapatkan pembiayaan," kata Mulia.

Pembiayaan yang mereka salurkan tidak sesederhana memberikan pinjaman. Sebelum dana disalurkan, para calon debitur harus lebih dulu lulus pelatihan dasar keanggotaan yang diadakan selama 3 hari.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memberdayakan debiturnya, perseroan juga memberikan peningkatan kapasitas nasabah dengan ilmu pengelolaan keuangan sederhana.

Menurut Mulia, pengelolaan keuangan yang baik serta semangat untuk maju diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pendekatan personal kepada nasabah dipercaya BTPS dapat memberikan kesan terbuka bagi sistem perbankan yang selama ini sering dihindari oleh masyarakat.

Hasilnya, sepanjang semester I/2018 bisnis pembiayaan BTPS tumbuh sebesar 19,1% menjadi sebesar Rp6,87 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing) atau NPF gross yang relatif rendah di industri perbankan syariah sebesar 1,7%.

Bisnis model dengan membawa layanan perbankan langsung ke hadapan masyarakat turut mendorong pertumbuhan himpunan dana pihak ketiga sepanjang semester I/2018 hingga 17,8% secara year on year menjadi sebesar Rp7,02 triliun.

Konsistensi dalam menjalankan bisnis, sampai dengan semester I/2018 BTPS mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 53,4% secara tahunan menjadi sebesar Rp449 miliar dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 36,9%.

Tag : BTPN Syariah
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top