Ini Strategi Memasarkan Asuransi kepada Generasi Milenial

Perilaku konsumsi dan interaksi generasi milenial mempengaruhi daya beli mereka terhadap produk asuransi.
Leo Dwi Jatmiko | 03 Oktober 2018 10:48 WIB
Karyawati berdiri di dekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Perilaku konsumsi dan interaksi generasi milenial mempengaruhi daya beli mereka terhadap produk asuransi.

Pengamat marketing sekaligus penulis buku, Yuswohady, mengatakan generasi milenial lebih mengutamakan mencari pengalaman dibandingkan dengan memiliki barang atau yang dia sebut sebagai leisure seeker.

Kata "leisure" diambil dari bahasa Anglo-Prancis yaitu "leisir", yang berarti "to be allowed or to be lawful". Dia mengartikannya sebagai kebebasan untuk melakukan apapun tanpa paksaan dalam menghabiskan uang untuk liburan, bermain gim, makan, dan lain-lain.

“Kebahagiaan seseorang saat ini berganti dari memiliki rumah dan mobil, menjadi memiliki pengalaman,” ujar Yuswohady kepada Bisnis, Rabu (3/10/2018).

Dia menambahkan perubahan perilaku terjadi karena milenial menganggap barang-barang membuat hidup lebih komplek. Pasalnya, ada kewajiban bagi mereka untuk merawat barang tersebut secara rutin.

Pola konsumsi barang pada milenial berkurang sehingga berdampak pada dunia asuransi, khususnya properti dan kendaraan. Hal ini turut andil dalam rendahnya angka milenial yang berasuransi.

Milenial dipandang sebagai sosok yang sangat perhitungan dengan harga. Generasi ini cenderung bertransaksi lewat digital karena bisa melihat ulasan produk berdasarkan pengalaman pembeli.

“Dia lebih percaya customer review yang ada di internet dibandingkan dengan pemaparan agen asuransi,” tutur Yuswohady.

Untuk itu, perusahaan asuransi disarankan untuk gencar memasarkan produk yang dekat dengan milenial dan menggunakan metode digital untuk menghadapi perilaku konsumsi serta interaksi milenial.

“Asuransi liburan akan menjadi lebih populer bagi milenial,” tambahnya.

Tag : asuransi, generasi milenial
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top