Bank BUMN Pamerkan Perkembangan Digitalisasi

Bisnis.com, SURABAYA — Empat bank pelat merah bersama 114 perseroan milik negara lainnya di bawah naungan kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar pameran di ajang Indonesian Business and Development Expo 2018 di Surabaya, Jawa Timur.
Ilman A. Sudarwan | 03 Oktober 2018 22:54 WIB
Menko Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan saat pembukaan Indonesia Business & Development (IBD) Expo 2018 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, SURABAYA — Empat bank pelat merah bersama 114 perseroan milik negara lainnya di bawah naungan kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar pameran di ajang Indonesian Business and Development Expo 2018 di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam ajang tersebut, keempat bank persero memamerkan capaian dan pengembangan bisnis mereka, terutama di bidang perbankan digital.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. misalnya, menampilkan sistem pembayaran digital berbasis quick response atau QR code yang baru dirilis pada Agustus 2018.

Presiden Direktur BRI Suprajarto mengatakan bahwa pameran ini menjadi media bagi perseroan untuk menyampaikan inovasi mereka kepada publik. “Intinya itu, ini kan tahunan yang luar biasa, saya pikir ini harus dipertahankan, tahun depan bisa tambah besar lagi,” katanya, Rabu (3/10/2018).

Sementara itu, Direktur Konsumer BRI Handayani menambahkan pameran tersebut juga menjadi ajang bagi perseroan untuk memperkenalkan sistem rekrutmen pekerja berbasis daring atau e-recruitment bagi para calon tenaga kerja BRI.

“Yang pertama adalah produk baru kami yang berbasis digital. Kami juga memperkenalkan sistem e-recruitment. Kalau anak-anak mau mendaftar sebagai karyawan BRI, dan mereka ingin tahu jadwalnya, ada di e-recruitment kami. Jadi tidak akan ada lagi yang pura-pura jadi calo,” ujarnya.

Di sisi lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dalam gelaran ini menampilkan kolaborasi mereka dengan BUMN lainnya. Salah satunya adalah program Rumah Kreatif BUMN (RKB), yang merupakan program pembinaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto mengatakan, perseroan kini memilki 741 UMKM binaan di Surabaya. Para pelaku usaha dibantu dari mulai pengemasan, peningkatan kualitas produk, hingga penjualan melalui laman e-commerce belanja.com milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

“Jadi BUMN ekspo ini, menghubungkan apa yang sudah dilakukan BUMN. Kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa sinergi BUMN itu bisa dipamerkan kepada publik. Kami juga ada job opening untuk masyarakat yang ingin bekerja di Bank Mandiri,” jelasnya.

Selain Bank Mandiri dan BRI, dua bank pelat merah lainnya yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. juga ikut serta dalam acara tersebut. Keduanya juga sama-sama menampilkan digitalisasi dan hasil sinerginya dengan BUMN lain.

Menteri Koordinator Bidang Perekomonian Darmin Nasution menyampaikan, selain bersinergi, perusahaan pelat merah juga diharapkan dapat berperan lebih jauh dalam meningkatkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Darmin menuturkan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah ikut serta dalam sistem pendidikan vokasi di Indonesia. Kualitas tenaga kerja Tanah Air yang rendah, lanjutnya, menjadi salah satu penyebab utama rendahnya ekspor yang berujung pada defisit neraca transaksi perdagangan.

“Itu sebabnya pemerintah memutuskan pelaku usaha butuh insentif, termasuk BUMN. Masalah utama setelah kita pelajari, tidak menunjukkan untuk menjawab hal kontret di tempat kerja karena kita tidak punya gurunya juga,” katanya.

Tag : bank bumn
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top