BNI Incar Kenaikan FBI eChannel 13 Persen Jadi Rp1,7 Triliun

PT Bank Indonesia Tbk (BNI) mematok pendapatan dari based income atau FBI eChannel 2018 sebesar Rp1,7 triliun atau naik 13% dari tahun lalu sebesar Rp1,5 triliun.
Ipak Ayu H Nurcaya | 07 Oktober 2018 14:47 WIB
Direktur Bank BNI Catur Budi Harto (kiri) melakukan pembelian tiket Kereta Api Bandara Soetta, di Stasiun BNI City, Jakarta, Senin (08/01). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, Jakarta — PT Bank Indonesia Tbk (BNI) mematok pendapatan dari based income atau FBI eChannel 2018 sebesar Rp1,7 triliun atau naik 13% dari tahun lalu sebesar Rp1,5 triliun.

General Manager Divisi Elektronik Perbankan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Anang Fauzi mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan dari fee based income atau FBI eChannel sebesar Rp1,7 triliun. Angka ini meningkat dari perolehan tahun lalu Rp1,5 triliun.

Adapun, hingga kuartal III/2018 lalu Bank dengan kode 46 ini sudah mengantongi sekitar Rp1,2 triliun.

"Saat ini pola transaksi mulai bergeser, echannel kayak ATM pertumbuhan stagnan rerata 1% bahkan ada beberapa ada yang turun, orang mulai tinggalkan ATM dan shifting ke mobile. Jadi kami menggenjot di platform digital yang terbukti signifikan seperti Mbanking saja sudah naik tiga kali lipat yoy," katanya, Minggu (7/10/2018).

Anang mengemukakan selain itu strategi menggenjot FBI yakni dari agen46 yang dalam dua tahun BNI sudah memilili 102.000 agen. Selain itu, melalui aplikasi Yap masyarakat yang bukan nasabah tetap bisa menggunakan produk BNI.

Bank dengan kode saham, BBNI ini juga mencatat pertumbuhan penggunaan digital oleh nasabah terus mingkat hingga saat ini ada delapan juta nasabah menggunakan sms banking dan 20 juta nasabah pengguna mbanking.

Tag : fee based income
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top