Outlet BNI di Palu Mulai Beroperasi

Operasional outlet-outlet PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di daerah bencana gempa bumi, tsunami, dan Likeufaksi Palu dan sekitarnya kembali bergairah dengan adanya kunjungan nasabah ke 12 outlet yang sudah beroperasi pasca bencana 28 September 2018 itu.
Hendri Tri Widi Asworo | 09 Oktober 2018 21:26 WIB
Suasana pemukiman yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Operasional outlet-outlet PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di daerah bencana gempa bumi, tsunami, dan Likeufaksi Palu dan sekitarnya kembali bergairah dengan adanya kunjungan nasabah ke 12 outlet yang sudah beroperasi pasca bencana 28 September 2018 itu.

"Totalitas layanan BNI ini dilakukan dengan pelayanan para staf yang juga menjadi korban bencana. Selain mengoptimalkan seluruh jaringan layanan, para staf BNI juga turut menenangkan para nasabah tentang kondisi layanan perbankan di tengah daerah yang baru saja dilanda bencana," kata Corporate Secretary BNI Kiryanto di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Pada hari yang sama, salah satu Posko Bantuan BNI mendapatkan kunjungan dari Menteri Badan Usaha Milik (BUMN) RI Rini M Soemarno. Pada kesempatan tersebut hadir mendampingi, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto, serta beberapa Direktur Utama BUMN lainnya.

Kiryanto menuturkan, outlet yang terus beroperasi mencapai 12 outlet, yang terdiri atas 7 outlet di Palu dan 5 outlet di Parigi, Sulawesi Tengah. Layanan perbankan di Kota Palu dapat didapatkan di Kantor Cabang Palu, Kantor Cabang Pembantu (KCP) Masomba, Manonda,
Pantoloan, Imam Bonjol, dan KCP Donggala, serta Kantor Kas Dewi Sartika. Adapun outlet yang melayani masyarakat di Parigi adalah Kantor Cabang Parigi, KCP Bungku, Poso, Tolai, serta KCP Ampana.

"Pelayanan kami maksimalkan dengan melibatkan armada BNI layanan gerak atau O-Branch sebanyak 4 unit, yaitu 3 di Palu dan 1 di Parigi," ujarnya.

Pelayanan BNI yang dirasakan warga sangat membantu adalah dengan tetap beroperasinya 58 mesin anjungan tunai mandiri (ATM).  "Jumlah ATM kami mencapai sekitar 100 unit, dimana terdapat sebanyak 58 unit tetap beroperasi," ungkap Kiryanto.

Sejak awal bencana terjadi, BNI juga melakukan konsolidasi internal untuk mengetahui kondisi karyawan dan keluarganya di Palu dan sekitarnya. BNI membuka Posko BUMN Peduli di 3 lokasi berbeda yaitu di Rumah Dinas Pemimpin BNI Cabang Palu, Kantor BNI Cabang Parigi, serta Lapangan Masigi-Parigi.

"Sebagai bentuk penanganan bencana pada masa tanggap darurat, Posko BNI tidak hanya untuk masyarakat korban bencana yang ada disekitar outlet, melainkan juga para karyawan BNI dan keluarganya," ujarnya.

Posko BNI juga dimanfaatkan oleh BUMN-BUMN lain yang juga memberikan bantuan untuk korban bencana di Palu, misalnya Biofarma yang memberikan bantuan vaksin tetanus bagi para relawan. Perusahaan anak BNI juga menggunakan Posko BNI tersebut untuk memberikan layanan Kesehatan dan obat-obatan secara gratis bagi warga Palu dan sekitarnya.

BNI juga menjadi salah satu BUMN yang aktif menyalurkan bantuan bagi korban bencana. Bantuan yang diberikan oleh BNI bekerja sama dengan BUMN lain adalah penyerahan terpal, tenda, bahan bakar minyak, mesin genset, membantu 15 truk sembilan bahan makanan pokok, membangun fasilitas MCK, hingga membuka dapur umum.

Tag : bni
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top