Dukung Percepatan Infrastruktur, WanaArtha Life Berkolaborasi dengan MMI

WanaArtha Life, perusahaan asuransi jiwa dan jasa keuangan yang berbasis di Indonesia, memperkuat komitmennya dalam pembiayaan infrastruktur dengan menandatangani perjanjian strategis bersama PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI).
Hafiyyan | 13 Oktober 2018 15:16 WIB
Jalan tol Solo-Ngawi, bagian dari tol Trans Jawa. - Istimewa/PT Jasamarga Solo Ngawi

Bisnis.com, JAKARTA -- WanaArtha Life, perusahaan asuransi jiwa dan jasa keuangan yang berbasis di Indonesia, memperkuat komitmennya dalam pembiayaan infrastruktur dengan menandatangani perjanjian strategis bersama PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI).

Penandatanganan yang dilakukan bertepatan dengan Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018 di Bali ini melibatkan institusi lain seperti Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen), AIA, dan Allianz.

Hadir sebagai saksi antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Saat ini, proyek infrastruktur tengah menjadi fokus pemerintah di Indonesia berkat komitmen Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan proyek infrastruktur baru senilai US$414,6 miliar pada 2019. Namun, menurut World Bank, kesenjangan infrastruktur yang dialami Indonesia saat ini mencapai US$ 1,5 triliun.

Sebelum penandatanganan berlangsung, WanaArtha Life berinisiatif mengajak beberapa perusahaan asuransi untuk berdiskusi dan merumuskan rekomendasi bagi pemerintah. Tujuannya, untuk mengatasi tantangan investasi infrastruktur akibat regulasi yang ketat.  

"Ini juga mendorong lembaga keuangan dan asuransi lainnya di Indonesia untuk mulai fokus membiayai proyek infrastruktur di Indonesia. Jadi, kami berkolaborasi, hadirkan inovasi keuangan dan solusi, untuk menyelesaikan kesenjangan infrastruktur di masa depan," ujar Chairperson WanaArtha Life Evelina F. Pietruschka dalam keterangan resmi, Sabtu (13/10/2018).

Dia menambahkan bahwa dibutuhkan kerangka kerja investasi jangka panjang untuk mewujudkan pertumbuhan infrastruktur yang berkelanjutan. Investasi jangka panjang ini dapat diberikan dalam berbagai bentuk, termasuk produk asuransi tradisional, Wana Multi Pro (WMP), yang dana investasinya disalurkan untuk pembangunan infrastruktur.

Melalui MMI, WanaArtha Life baru-baru ini menyalurkan dana sebesar Rp100 miliar kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Perusahaan juga melakukan komitmen investasi hingga Rp500 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pekerjaan umum, khususnya jalan, tiga jalan tol jalur Trans-Jawa, dan bandara. Hal ini ditujukan untuk tercapainya efisiensi biaya logistik.

"Secara signifikan, pembangunan ini bisa meningkatkan efisiensi logistik untuk perdagangan internasional, yang selanjutnya berpengaruh pada peningkatan ekonomi negara," lanjut Evelina.

Menurut data Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), sekitar 17% dari total pengeluaran perusahaan di Indonesia digunakan untuk pembiayaan transportasi dan logistik. Sebagai bagian dari komitmen, WanaArtha Life secara konsisten akan terus berinovasi, lewat berbagai rencana dan produk asuransi jangka panjang.

Tag : infrastruktur, asuransi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top