Buka Cabang di Lombok, FWD Life Pacu Nasabah dengan Teknologi Digital

FWD Life memperkuat bisnisnya di Indonesia dengan menjangkau pasar asuransi jiwa di Nusa Tenggara Barat melalui pembukaan kantor agen baru di Mataram. 
Eka Chandra Septarini | 28 Oktober 2018 12:59 WIB
Presiden Direktur FWD Life Choo Sin Fook saat pembukaan kantor FWD Life di Mataram, Sabtu (27/10 - 2018) siang.(Eka Chandra Septarini)

Bisnis.com, MATARAM -- PT FWD Life Indonesia (FWD Life) memperkuat bisnisnya di Indonesia dengan menjangkau pasar asuransi jiwa di Nusa Tenggara Barat melalui pembukaan kantor agen baru di Mataram. 

Presiden Direktur FWD Life Choo Sin Fook mengatakan Pembukaan kantor agen ini sekaligus meneguhkan komitmen perusahaan untuk memperluas akses masyarakat Indonesia kepada produk dan layanan asuransi jiwa. 

"Sesuai dengan tujuan Bulan Inklusi Keuangan di Oktober yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan yaitu mendorong percepatan literasi dan inklusi asuransi di Indonesia," ujar Choo saat pembukaan kantor FWD Life di Mataram, Sabtu (27/10/2018) siang. 

Mataram merupakan kota ke 11 untuk cabang FWD Life. Untuk pemasaran di wilayah ini, FWD Life akan fokus pada pemasaran melalui agen dan korporasi. Sudah ada sebanya 141 agen FWD di Wilayah kota Mataram, yang ditargetkan bisa bertambah menjadi 200 agen hingga akhir tahun dan menjadi 300 agen hingga tahun depan. 

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bahwa penetrasi asuransi di Indonesia masih berada di angka 2% dari produk domestik bruto. Hal ini menunjukkan masih sangat besarnya potensi pasar asuransi jiwa di Indonesia. Sementara itu, tingkat inklusi keuangan di NTB mencapai 63,3%1 juga menunjukkan adanya potensi pasar di wilayah ini. 

Choo menambahkan, pihaknya ingin mengubah persepsi masyarakat tentang asuransi jiwa. Untuk itu, dengan adanya teknologi informasi yang dimiliki FWD Life mencoba untuk mendekatkan agen dengan nasabah dan calon nasabah. 

"Untuk mencoba mendekatkan diri dengan nasabah kita juga membekali agen dengan teknologi informasi dan juga melakukan simplifikasi produk," ujarnya. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan NTB, 80% aset keuangan masih berada di perbankan. Untuk itu, industri jasa keuangan lainnya diharapkan bisa lebih mendekatkan diri kepada nasabah. 

Tag : asuransi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top