KINERJA PENJAMINAN: Perum Jamkrindo Catatkan Volume Rp110 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) mencatatkan kinerja penjaminan yang positif hingga triwulan III 2018.
Dika Irawan | 28 Oktober 2018 18:17 WIB
Direktur Perum Jamkrindo Kadar Wisnuwarman (kiri) bersama Direktur Amin Mas'udi (tengah), dan Direktur Rusdonobanu mengamati logo baru kompetisi startup dalam rangka HUT ke-48 perusahaan itu, di Jakarta, Senin (30/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) mencatatkan kinerja penjaminan yang positif hingga triwulan III 2018.

Berdasarkan keterangan yang diterima, perusahaan plat merah ini mencatatkan volume penjaminan hingga September 2018 senilai Rp110,13 triliun, meningkat sebesar 8,9% dibandingkan dengan volume penjaminan pada September tahun lalu.

Peningkatan itu berasal dari volume penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 41,3 triliun dan penjaminan non-KUR senilai Rp68,8 triliun. Sedangkan, total aset Jamkrindo hingga bulan ke-9 pada tahun ini mencapai Rp 15,51 triliun.

 Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Amin Mas'udi mengatakan, kenaikan volume penjaminan ini ditopang naiknya penjaminan KUR sebesar 8,9%, dari Rp37 triliun pada September 2017 menjadi Rp41,3 triliun pada September tahun ini.

Begitu pun dengan volume penjaminan non-KUR yang meningkat sebesar 20,09%, dari Rp57 triliun pada September 2017 menjadi Rp68 triliun pada September 2018.

“Jadi total dari [volume penjaminan pada September 2017] Rp95 triliun naik 15,6% menjadi ke Rp110 triliun [September 2018],” katanya dikutip Bisnis.com, Minggu (28/10/2018).

Berkaca pada pencapaian ini, Amin optimis Perum Jamkrindo bakal mencapai target volume penjaminanan hingga akhir 2018. “[Kami] masih on the track,” katanya.

Seperti diwartakan, Perum Jamkrindo mematok target volume penjaminan mencapai Rp156 triliun pada tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas penjaminan KUR senilai Rp60 triliun dan non-KUR senilai Rp96 triliun.

PENDATAAN

Sementara itu, Perum Jamkrindo juga menargetkan 1.200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdata ke dalam database dan mendapatkan pelatihan terkait manajemen keuangan pada 2018.

Terkait hal ini, Perum Jamkrindo memulai rangkaian kegiatan pendataan dan pelatihan UMKM di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, (25/10). Secara berturut-turut, kegiatan itu akan diselenggarakan di Aceh, Bandung, Yogyakarta, Samarinda, dan Surabaya. 

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto menjelaskan, komitmen Perum Jamkrindo mendampingi UMKM sejalan dengan lini bisnis penjaminan kredit kepada UMKM, baik KUR maupun non-KUR.

”Pendampingan terhadap UMKM diperlukan supaya UMKM bisa meningkatkan skala usaha sehingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional secara agregat akan makin besar,” ujar Randi.

Kepala Divisi Manajemen Risiko, Pemeringkatan UMKM, dan Konsultasi Manajemen Perum Jamkrindo Ceriandri Widuri mengatakan, pendataan dilakukan dalam rangka scoring dan pemeringkatan UMKM. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan Jamkrindo dalam pemberian jaminan kredit bagi mereka. 

“Selama ini data [UMKM] begitu saja tidak lengkap [oleh karena itu harus dilengkapi],” ujarnya di sela-sela acara Sosialisasi Pemeringkatan dan Pendampingan UMKM di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (25/10).

Untuk menunjang hal tersebut, Ceriandri mengatakan, pihaknya pun tengah merancang alat untuk scoring. Salah satunya dengan mengembangkan aplikasi agar scoring dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. “Kami juga menggunakan data LPIP [Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan],” ujarnya.

Sementara itu, pelatihan diberikan kepada UMKM untuk menjamin usaha berkelanjutan sehingga layak mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan. Profil UMKM akan menjadi pegangan bagi Perum Jamkrindo UMKM mengajukan kredit ke lembaga keuangan.

Dia menjelaskan lewat edukasi ini diharapkan pelaku UMKM mendapatkan pemahaman tentang manajemen keuangan. Sebab salah satu persoalan yang sering dihadapi oleh UMKM adalah masih belum rapinya mereka dalam membuat laporan keuangan.

”Dari pendataan dan pelatihan di enam kota tersebut, kami berharap ada sekitar 1.200 UMKM baru yang datanya bisa masuk ke Perum Jamkrindo,” ujar Ceriandri.

Acara pendataan dan pelatihan di Semarang, dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM. Dalam kesempatan itu mereka mendapatkan edukasi mengenai pengembangan bisnis, akses keuangan, dan penjaminan kredit.

Ceriandri mengatakan, dari edukasi ini diketahui sebagian besar persoalan UMKM di Semarang belum rapinya manajemen usaha. Mereka, misalnya, masih mencampuradukan antara keuangan keluarga dan perusahaan. Padahal, seharusnya hal tersebut dipisahkan.

“Untuk teknisnya nanti akan membuat program dan latihan,” ujarnya.

Tag : jamkrindo
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top