EDUKASI DUIT: Masalah Uang Jangan Dibuat Berat

Satu kali, ada pengusaha bercerita bahwa ada kehilangan uang beberapa ratus miliar. Usut punya usut, kredit dari bank yang telah dikucurkan dibawa lari oleh saudaranya. Pusing tentu saja. Bagaimana cara mengatasi masalah ini?
News Writer | 01 November 2018 12:55 WIB
Goenardjoadi Goenawan

Bisnis.com, JAKARTA — Satu kali, ada pengusaha bercerita bahwa ada kehilangan uang beberapa ratus miliar. Usut punya usut, kredit dari bank yang telah dikucurkan dibawa lari oleh saudaranya. Pusing tentu saja. Bagaimana cara mengatasi masalah ini?

Selain menjadi urusan perdata dan pidana, kasus penggelapan utang kredit bank oleh saudaranya, juga terkait dengan melakukan sita jaminan. Kita bisa memikirkan solusi yang di luar kebiasaan atau out of the box.

Kalau ada orang berpikiran ingin bunuh diri, mungkin karena tidak ada solusinya. Bahkan setelah yang bersangkutan meninggal pun keturunannya akan menanggung beban.

Tapi sebentar dulu.  Coba perhatikan.

Mungkin caranya adalah kembali pada arti apa itu uang? Misalnya ada bank memberi plafon kartu kredit senilai Rp500 juta kepada Anda. Uang siapakah itu? Itu adalah uang baru,  New Money.

Oleh karena itu, utang yang dibawa lari saudaranya juga adalah New Created Money, hanyalah sebuah angka, seperti halnya bank mencetak plafon kartu kredit Anda.

Coba lihat ketika tagihan kartu kredit bank menawarkan hair cut, segala macam diskon dengan skema restrukturisasi pembayaran cicilan tanpa bunga. 

Ternyata pengusaha tersebut, dulunya memiliki beberapa dana yang tertanam pada beberapa perusahaan dan rekanan lainnya. Ketika kita bisa menciptakan opportunity dengan cara financing kredit bank kepada perusahaan atau rekanan tersebut, maka akan tercipta new opportunity, New Created Money.

Terkadang kita tidak bisa kembali pada masalah yang sudah berlalu, tetapi sejarah akan membawa kita pada opportunity baru.  Kuncinya adalah mengerti konsep New Money.

Ada cerita begini, ketika seekor induk panda melahirkan bayi kembar di Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, anggota tim dengan mahir memastikan kedua anaknya tetap hidup.

Tak lama setelah lahir, perawat menyingkirkan salah satu anaknya, mengelabui ibu panda agar mengira dia hanya memiliki satu bayi.

Si kembar kemudian ditukar sebanyak 10 kali sehari untuk mempertahankan ilusi bayi panda tunggal. Salah satu anak tinggal dengan ibunya hampir sepanjang waktu sementara yang lain disimpan dalam inkubator dan diberi susu formula.

Setengah dari panda yang melahirkan beranak kembar. Namun, sangat jarang keduanya dapat bertahan hidup karena panda raksasa hampir selalu meninggalkan salah satu bayi jika mereka melahirkan lebih dari satu.

Alasannya adalah mereka tidak memiliki susu atau energi yang cukup untuk merawat dua anak sehingga fokus perhatian mereka pada bayi terkuat.

Garis merahnya, perusahaan itu diuntungkan dalam sistem kapitalis.  Jumlah uang beredar di Indonesia 10 tahun lalu hanya Rp1.400 triliun, sekarang mencapai  Rp5.500 triliun. Artinya ada penambahan Rp50 triliun setiap bulan,  atau Rp 2 miliar setiap menit. Artinya:

Suplai uang di Indonesia akan terus meningkat. Dengan kecepatan sekarang, maka 10 tahun lagi, jumlah uang yang beredar di Indonesia setara Rp 12.000 triliun. Ini disebut New Money.

Dengan pertambahan suplai uang beredar di Indonesia akibatnya integritas uang rupiah akan menurun.  Hal ini yang mengakibatkan menurunnya daya beli.

 Seluruh uang tunai yang dipegang masyarakat akan terus menyusut,  gaji karyawan Rp5 juta sebulan, setahun kemudian nilainya menjadi Rp4.5 juta dan seterusnya. Tabungan tunai misalnya Rp 4 miliar, nilai integritasnya akan tergerus Rp 200 juta setiap kali depresiasi.

Sebaliknya pemilik kredit bank New money pun akan terus diuntungkan karena kehilangan nilai integritasnya. Ibarat Anda beli Pertamax diikat dengan harga lama, maka setiap kali Pertamax naik harga, Anda akan senyum.

Kredit bank terutama diberikan kepada kelompok perusahaan.  Sebab, perusahaan memiliki sustainable atau  kelangsungan. Pribadi atau perorangan dibatasi oleh usia dan kesehatan.  Pada saat seseorang jatuh sakit atau meninggal dunia, maka kredit bank menjadi bermasalah.  Oleh karena itu gabungan beberapa orang lebih sustainable.

 Penulis

Ir Goenardjoadi Goenawan, MM

Motivator Uang.

Penulis buku seri Money Intelligent, New Money, dan New Money: Riba Siapa Bilang?

Untuk pertanyaan bisa diajukan lewat: goenardjoadigoenawan@gmail.com

Tag : Edukasi Duit
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top