The Fed Rilis Pernyataan Kebijakan, Dolar AS dan Wall Street Tergelincir

Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga untuk saat ini, meskipun tetap di jalur pengetatan biaya pinjaman secara bertahap.
Renat Sofie Andriani | 09 November 2018 07:28 WIB
the Federal Reserve di Washington D.C. - Ilustrasi/en.wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA – Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga untuk saat ini, meskipun tetap di jalur pengetatan biaya pinjaman secara bertahap.

Menyudahi pertemuan kebijakan moneternya yang telah berlangsung selama dua hari Pada Kamis (8/11/2018) waktu setempat, bank sentral AS tersebut, dalam pernyataan kebijakannya, memaparkan kuatnya kondisi pasar tenaga kerja dan pengeluaran rumah tangga.

“Pasar tenaga kerja terus menguat dan aktivitas ekonomi telah meningkat dengan tingkat yang kuat,” terang The Fed, seperti dikutip Reuters.

The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini dan diperkirakan akan melakukannya lagi pada Desember.

Akan tetapi, selain menyatakan kuatnya aktivitas perekonomian di AS secara keseluruhan, The Fed juga mengungkapkan adanya perlambatan dalam pertumbuhan investasi bisnis dari lajunya yang cepat pada awal tahun ini

Investasi bisnis dapat menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan di masa depan, dan fakta bahwa investasi bisnis terlihat moderat menjadi satu-satunya catatan peringatan.

Pernyataan tersebut secara keseluruhan mencerminkan sedikit perubahan dalam pandangan The Fed terhadap ekonomi sejak pertemuan kebijakan terakhirnya pada September. Sementara itu, inflasi tetap mendekati target 2%, tingkat pengangguran turun, dan risiko terhadap prospek ekonomi masih dirasakan “kurang lebih seimbang”.

Para pembuat kebijakan, bagaimana pun, memberi catatan khusus tentang moderasi dalam investasi bisnis, komponen penting dari PDB yang dapat memangkas pekerjaan ketika perusahaan-perusahaan membangun fasilitas baru dan meningkatkan produktivitas.

Meningkatkan investasi adalah salah satu tujuan utama di balik langkah pemerintahan Presiden Trump untuk mengurangi pajak perusahaan sebagai bagian dari restrukturisasi undang-undang pajak pada akhir tahun 2017.

Setelah menambahkan empat persepuluh poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi dalam enam bulan pertama tahun ini, investasi yang tertinggal dalam "struktur nonperumahan" memangkas seperempat poin persentase dalam tingkat pertumbuhan tahunan untuk kuartal ketiga.

Pasar keuangan, yang telah memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran saat ini 2%-2,25% dalam pertemuan yang berakhir semalam, bergerak lebih rendah setelah pernyataan itu dirilis.

Pascapelemahan pasar saham pada bulan Oktober dan tanda-tanda bahwa baik investasi perumahan dan bisnis mungkin memudar, beberapa analis memperkirakan The Fed mungkin mengisyaratkan keraguan tentang kenaikan suku bunga berikutnya.

Namun, sepertinya kemungkinan untuk penaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan The Fed selanjutnya pada Desember masih bertahan.

“Ada beberapa kata yang lebih diredam, bahwa investasi bisnis telah 'moderat' dari laju awalnya. Tapi selain itu mereka tidak memberi tanda tanda peringatan sama sekali,” kata Boris Schlossberg, direktur strategi valuta asing di BK Asset Management di New York.

Bursa saham AS, yang melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Rabu pacapemilu kongres AS, berbalik lebih rendah karena pernyataan The Fed tidak memberikan indikasi bahwa bank sentral tersebut mungkin memperlambat laju kenaikan suku bunganya.

Dolar AS juga melemah terhadap euro dan yen, sedangkan imbal hasil Treasury AS bertahan di level tingginya hari itu. Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun, patokan untuk biaya pinjaman bisnis dan konsumen, mencapai 3,23%, di sekitar level tertingginya sejak 2011.

Tag : Kebijakan The Fed
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top