Belajar Keuangan Lewat Kartu Kredit Sejak Muda

Usia bukan patokan utama seseorang mulai boleh memiliki kartu kredit. Ada beberapa patokan yang bisa dijadikan pegangan bagi seseorang yang mulai memiliki kartu kredit, seperti pendapatan dan tujuan penggunaan.
Asteria Desi Kartika Sari | 25 Desember 2018 12:40 WIB
Kartu kredit - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Generasi kiwari—zaman yang sedang dijalani saat ini—tampak semakin terbiasa dengan sistem pembayaran tanpa uang cash atau cashless, termasuk dengan menggunakan kartu kredit.

Menurut hasil sebuah survei yang dilakukan perusahaan jasa keuangan konsumen yang berbasis di New York City, Bankrate, menemukan bahwa sebagian besar orang Amerika Serikat (AS) mendapat kartu kredit pertama di usia 22 tahun. Umur tersebut dirasa cukup dewasa untuk membuat pertimbangan rasional dan matang dalam pengelolaan kartu kredit.

Anak muda yang menjadi responden di survei Bankrate tersebut juga mengaku sudah memiliki kartu kredit sebelum usia 21 tahun. Ada sebanyak 63% responden yang mengaku mendapat kartu kredit pertama sebelum usia 21 tahun. Bagaimana dengan Indonesia?

EVP, Head of Wealth Management & Retail Digital Business Commonwealth Bank Ivan Jaya mengatakan pada umumnya bank menerapkan batas usia pemilik kartu kredit pada seseorang yang berusia 21 tahun, untuk pemegang kartu utama. Paling tidak mereka yang sudah memiliki pekerjaan minimum 1 tahun dengan penghasilan minimum Rp36 juta setahun.

Kedati begitu, usia bukan patokan utama seseorang mulai boleh memiliki kartu kredit. Ivan mengatakan ada beberapa patokan yang bisa dijadikan pegangan bagi seseorang yang mulai memiliki kartu kredit.

Pertama, mempunyai penghasilan tetap dan stabil. Pasalnya, tagihan dari kartu kredit akan dibebankan secara rutin sehingga apabila tidak memiliki penghasilan yang tetap akan mengacaukan cash flow keuangan.

Kedua, membatasi penggunaan kartu kredit maupun tagihannya sampai dengan maksimal 30%–40% saja dari penghasilan. Rata-rata hampir 50%–60% pendapatan adalah untuk kebutuhan rutin bulanan, karena itu jangan sampai kebutuhan rutin ini terganggu.

Ketiga, Ivan menyarankan, tujuan penggunaan kartu kredit adalah untuk memanfaatkan fitur-fitur guna membantu atau memudahkan aktivitas produktif, bukan hanya untuk kebutuhan konsumsi saja. Sebagai contoh pembelian bahan baku usaha dalam jumlah besar yang bisa dicicil 6 atau 12 bulan dengan bunga 0%.

Batasan usia yang ditetapkan bank, katanya, hanya sebagai acuan terkait dengan stabilitas finansial pribadi. “Ini skenario paling umum, karena untuk pemegang kartu utama minimal berusia 21 tahun atau 18 tahun apabila sudah menikah. Intinya adalah memastikan bahwa pemegang kartu kredit memiliki kestabilan finansial,” jelas Ivan.

Dia mengatakan apabila menggunakan kartu kredit sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai alat pembayaran, bukan untuk sarana berutang, maka pemilik kartu kredit di usia dini bisa melatih arus kas keuangannya dari usia dini.

Salah satu risiko yang paling mudah terjadi apabila memiliki kartu kredit pada usia muda adalah kurang bijaksana dalam pengaturan keuangan. Menurut Ivan, seringkali anak muda belum bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan.

Dia menambahkan, usahakan agar total tagihan kartu kredit tidak lebih dari 30% pendapatan bulanan. Spabila menerima pendapatan lebih seperti tunjangan hari raya (THR) gunakan untuk menutup utang yang ada lebih dahulu.

Perencana keuangan Irshad Wicaksono Ma’ruf menambahkan usia ideal boleh memiliki kartu kredit adalah 19 tahun. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, usia 17 tahun adalah usia minimal pemegang kartu tambahan.

Menurutnya, sejak usia muda sudah memegang kartu kredit tak masalah, yang paling penting mereka harus paham tentang kartu kredit, meski tetap harus dalam pengawasan keluarga.

BELAJAR KEUANGAN

Usia bukan sebagai jaminan bijak menggunakan kartu kredit. Menurutnya, hal yang harus dipahami betul adalah kelebihan dan risiko kartu kredit, serta harus dapat mengontrol gaya hidup.

“Karena jangankan anak kecil, orang dewasa saja banyak yang tidak bisa mengontrol gaya hidupnya sehingga jebol kartu kreditnya,” katanya.

Agar anak paham keuntungan dan risiko kartu kredit, selain diberikan pemahaman secara teori baiknya juga secara praktik penggunaannya. Keuntungan memiliki kartu kredit di usia muda, menurut Ma’ruf, dapat mengajarkan anak belajar mengelola keuangan mulai dari pemasukan, pengeluaran, hingga utang.

“Hal ini dapat mengajarkan tanggung jawab yang diberikan orang tua. Selain itu itu anak dapat diajarkan mengontrol gaya hidup,” lanjutnya.

Selain itu, kartu kredit juga dapat digunakan untuk membuat rekam jejak. Kartu kredit merupakan utang kepada bank, dan bank akan merekam aktivitas dalam berutang si anak.

Apabila dari sejak dini dibiasakan berhutang dengan baik dan bijak, maka saat dewasa akan banyak memiliki keuntungan, seperti mudah untuk pencairan pinjaman misalnya kredit pemilikan rumah, krdit mobil, atau pinjaman lainnya.

 

Tag : kartu kredit
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top