Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Askrindo Targetkan Perolehan Premi 5,6 Triliun Rupiah

PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) menargetkan perolehan premi sebesar Rp5,6 triliun pada 2019. Target ini tumbuh 16,67% dari proyeksi perolehan premi 2018 sebesar Rp4,8 triliun.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 30 Desember 2018  |  09:45 WIB
Askrindo Targetkan Perolehan Premi 5,6 Triliun Rupiah
Direktur Teknik PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) (Askrindo) M. Shaifie Zein, memberikan paparan saat Bincang Askrindo Sahabat Pengusaha Muda Nusantara di Jakarta, Senin (29/10/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) menargetkan perolehan premi sebesar Rp5,6 triliun pada 2019. Target ini tumbuh 16,67% dari proyeksi perolehan premi 2018 sebesar Rp4,8 triliun.

Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Andrianto Wahyu Adi memperkirakan market share perseroan dalam pelaksanaan KUR pada 2018 sekitar 60%. Market share Askrindo lebih besar karena pengalamannya yang lebih dulu dalam penjaminan KUR. 

Penjaminan KUR menyumbang sekitar 30%-40% terhadap total bisnis perseroan. Adapun, sekitar 60%-70% lainnya disumbang dari produk asuransi umum. 

Dia meyakini pertumbuhan premi bruto sebesar dua digit akan berlanjut pada tahun depan. Hal ini seiring dengan strategi perseroan memperbesar pasar selain penjaminan KUR, seperti penjaminan letter of credit, bank garansi, dan penjaminan kredit supply chain.

"Tahun depan target Rp5,6 triliun," katanya dalam keterangan resminya pada Minggu (30/12/2018).

Hingga November 2018, premi bruto perseroan sebesar Rp3,7 triliun atau tumbuh 114% secara year on year. Pertumbuhan ini banyak ditopang dari pencapaian imbal jasa penjaminan KUR yang ditarget Rp1,2 triliun, selanjutnya tercapai Rp1,5 triliun. 

Adapun, aset perseroan hingga November 2018 sebesar Rp13,08 triliun. Perseroan menargetkan premi bruto hingga akhir 2018 dapat tercapai Rp4,8 triliun atau tumbuh 29,73% secara year on year

Andrianto menyebutkan, pihaknya juga akan meningkatkan belanja modal untuk pengembangan IT hingga 100% pada tahun depan, kendati tidak disebutkan nilainya. 

"Ke depan, kami akan lebih meningkatkan IT. Evaluasi juga akan dilakukan setiap hari atau 3 bulanan, sehingga jika klaim naik akan ketahuan," imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

askrindo
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top