Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Jatim Incar Biayai Tol Probolinggo-Banyuwangi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) mengincar peluang pembiayaan untuk mendanai pembangunan tol ruas Probolinggo—Banyuwangi di Jawa Timur.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 02 Januari 2019  |  16:30 WIB
Kegiatan di salah satu kantor cabang Bank Jatim. - Antara/Rosa Panggabean
Kegiatan di salah satu kantor cabang Bank Jatim. - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) mengincar peluang pembiayaan untuk mendanai pembangunan tol ruas Probolinggo—Banyuwangi di Jawa Timur.

Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Satyagraha mengatakan bahwa pembangunan jalan tol Probolinggo—Banyuwangi saat ini masih dalam proses menunggu lead arranger kredit sindikasi.

“Potensi sindikasi dari proyek sindikasi tol Probolinggo—Banyuwangi bernilai Rp500 miliar,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (1/1/2019).

Ferdian mengatakan bahwa sepanjang 2018, total sindikasi yang ditandangani oleh Bank Jatim mencapai sekitar Rp2,5 triliun, tetapi dana yang dicairkan baru Rp600 miliar.

“Total plafon Rp2,5 triliun, tapi baru dicairkan Rp600 miliar, ada potensi Rp1,9 triliun pada 2019 kalau danaya dicairkan semua pada tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah memperkirakan kredit sindikasi pada tahun ini akan lebih besar dari tahun sebelumnnya. Kucuran kredit sindikasi, lanjutnya, diperkirakan akan banyak digelontorkan kepada pembangunan infrastruktur.

“Kredit sindikasi saya kira adalah solusi untuk proyek-proyek besar, khususnya di pembangunan infrastruktur pemerintah dan juga proyek swasta nasional yang tidak mungkin dibiayai oleh satu bank, bahkan oleh satu bank BUKU [Bank Umum Kegiatan Usaha] IV,” jelasnya, Selasa (1/1).

Menurutnya, kredit sindikasi juga akan memberikan risiko yang lebih rendah kepada bank. Dengan terlibat dalam sindikasi, bank tidak akanmelampaui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) atau legal lending limit saat menggelontorkan kredit.

Meski begitu, menurut Piter, pemberian kredit sindikasi juga tetap mengandung risiko, terutama dari kondisi keuangan debiturnya. Likuiditas beberapa perusahaan karya belakangan cukup tertekan karena masifnya proyek yang dikerjakan.

“Namun, selama mereka mampu dan lancar membayar cicilan dan pokok pinjaman ke bank maka kondisi bank akan baik-baik saja. Tidak ada ada efek menular dari debitur ke bank selama kreditnya lancar,” ujarmya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol bank jatim kredit sindikasi
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top