BRI Agro Tahan Kenaikan Bunga Kredit

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. memutuskan untuk menahan kenaikan bunga kredit untuk menjaga kualitas kredit pada tahun ini.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  11:12 WIB
BRI Agro Tahan Kenaikan Bunga Kredit
Karyawati melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (BRI Agro), di Jakarta, Jumat (9/11/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. memutuskan untuk menahan kenaikan bunga kredit untuk menjaga kualitas kredit pada tahun ini.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. Agus Noorsanto mengatakan bahwa perseroan menargetkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pada tahun ini dapat dijaga di sekitar level 2%.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan tidak menaikkan suku bunga kredit di tengah tren kenaikan suku bunga dana.

“Dari sisi pemilihan debitur, kami akan memaksimalkan pembiayaan rantai pasokan kepada debitur-debitur yang juga menjadi nasabah induk perusahaan kami yakni BRI [PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.],” ujarnya, belum lama ini.

Adapun sepanjang tahun lalu BRI Agro bisa dibilang satu bank bermodal inti kurang dari Rp5 triliun yang membukukan kinerja positif. Bank yang berfokus pada sektor pertanian dan perkebuhan ini mencatat pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan kredit naik sekitar 40% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kredit pada segmen menengah, atau penyaluran dengan nilai Rp10 miliar hingga batas maksimum pemberian kredit (BMPK) menjadi kontributor utama. Sektor agrobisnis menyumbang 70% dari total portofolio pembiayaan.

Penyaluran kredit produktif BRI Agro sejauh ini berfokus pada debitur yang tergabung dalam holding atau sebuah grup konglomerasi, dengan mengandalkan sinergi dengan perusahaan induk.

Skema penyaluran kredit kepada debitur tersebut, termasuk pula dalam penyaluran kredit dengan skema supply chain financing. Strategi ini membuat kredit perseroan dapat tumbuh tinggi dengan rasio kredit bermasalah yang relatif terjaga di bawah 3%.

Tren positif penyaluran kredit diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun ini. BRI Agro membidik pertumbuhan kredit sebesar 35% yoy.

Agus menjelaskan bahwa penyaluran kredit masih tetap berfokus pada segmen debitur yang sama. Pelaku usaha sawit, karet, kelapa masih akan mendominasi debitur agrobisnis.

Pada segmen non agrobisnis, penyaluran pembiayaan akan dipusatkan pada kredit konsumer. Pasalnya segmen ini terbilang menarik karena menawarkan imbal hasil tinggi.

Skema penyaluran kredit konsumer, lanjutnya, sudah dilakukan sejak tahun lalu. Secara spesifik, dia mengatakan bahwa penyaluran kredit konsumer diprioritaskan kepada nasabah-nasabah besar yang ada di BRI Agro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri agro

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top