Ada 3 Investor Baru Berminat Masuk Bank Muamalat

Setidaknya ada empat investor yang berminat menyetor modal ke PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Sebanyak dua di antaranya merupakan investor dari negara lain.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  09:11 WIB
Ada 3 Investor Baru Berminat Masuk Bank Muamalat
Bank Muamalat Indonesia digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Indonesia. Saat ini, bank syariah tertua di Indonesia ini tengah kesulitan permodalan dan mencari investor baru.

Bisnis.com, JAKARTA –  Setidaknya ada empat investor yang berminat menyetor modal ke PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Sebanyak dua di antaranya merupakan investor dari negara lain.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan satu di antaranya adalah konsorsium bentukan Ilham Habibie. “Dua dari luar Indonesia, dua dalam negeri,” katanya kepada Bisnis di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Berdasarkan catatan Bisnis, sejumlah nama seperti Setiawan Ichlas melalui PT Minna Padi Tbk., pemilik Mayapada Group Dato Sri Tahir, International Finance Corporation (IFC), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sempat mewarnai drama pencarian modal untuk Muamalat. Namun semuanya berakhir dengan status sebagai calon penyuntik modal.

Permana melanjutkan bahwa investor baru rencananya akan masuk melalui konsorsium. Hal ini tengah diproses manajemen dengan menyurati pemegang saham untuk ditindaklanjuti. 

Adapun konsorsium bentukan Ilham Habibie terdiri dari keluarga Arifin Panigoro, Lynx Asia, dan SSG Capital Hong Kong. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 11 Oktober 2018 konsorsium telah mendapatkan restu dari para pemegang saham untuk menjadi pembeli siaga Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI senilai Rp2 triliun.

Sebelumnya Ilham Habibie sempat mengatakan bahwa gabungan sejumlah pengusaha dan perusahaan yang dia bentuk akan menjadi pemegang saham pengendali (PSP) dengan kepemilikan atas Mualata lebih dari 60%. Saham mayoritas Islamic Development Bank (IDB) yang saat ini tercatat sebesar 32,74% akan terdilusi menjadi kurang dari 25%.

Namun Ilham belum dapat menjabarkan komposisi kepemilikan saham dari anggota konsorsium. “Yang jelas [aksi korporasi] itu tetap menghormati porsi IDB dan pemegang saham kecil tidak akan dinolkan. Memang akan terdilusi, perkiraan saya di atas 30%. Ini belum final,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank muamalat

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top