RDG BI: Bank Indonesia Pertahankan Suku bunga Acuan di Level 6%

Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  14:37 WIB
RDG BI: Bank Indonesia Pertahankan Suku bunga Acuan di Level 6%
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (tengah) dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Februari 2019 di Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/2). - Bisnis/Hadijah Alaydrus

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berakhir pada Kamis (21/2/2019).

Dalam rapat kebijakan tersebut, BI  mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

“ Keputusan tersebut tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal, khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik," ujarnya, Kamis (21/2/2019)

Bank Indonesia juga terus menempuh strategi operasi moneter untuk meningkatkan kecukupan likuiditas untuk menodorng kegiatan perbankan.

Keputusan tersebut juga sesuai dengan ekspektasi pasar. Sebelumnya, konsensus 19 ekonom yang di survei Bloomberg, pada Rabu (20/2), menunjukkan suara yang bulat bahwa Bank Indonesia tidak akan menaikkan suku bunganya dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 20-21 Januari 2019.

Ekonom Standard Chartered Bank Aldian Taloputra mengungkapkan, level suku bunga bank sentral yang berada pada kisaran 6% masing cukup atraktif untuk menarik investor.

"Mengingat beberapa negara sudah mulai melakukan pelonggaran moneter dan Fed cenderung lebih sabar menaikkan Fed Fund Rate [FFR]," ungkap Aldian, Rabu (20/2).

Hal senada juga diungkapkan oleh Ekonom Asian Development Bank (ADB) Institute Eric A. Sugandi. Dia bahkan memperkirakan bank sentral masih akan menahan suku bunga acuannya pada kisaran 6% sepanjang semester I/2019.

Menurutnya kenaikan suku bunga memang akan menarik arus modal asing sehingga surplus di neraca modal dan finansial bisa bertambah. Alhasil, defisit neraca pembayaran dapat berkurang. Namun, kenaikan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate tidak mengatasi masalah defisit transaksi berjalan sendiri.

Adapun, pada akhir bulan lalu Gubernur BI Perry Warjiyo juga sempat mengatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan terakhir pada November tahun lalu sudah memperhitungan kenaikan bunga The Fed pada Desember 2018 maupun pada Maret 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, suku bunga acuan

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top