Pembahasan Porsi Saham LinkAja Belum Tuntas

Komposisi pemegang saham pengelola LinkAja, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), masih menjadi bahan diskusi antara pemerintah dengan badan usaha milik negara.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  13:02 WIB
Pembahasan Porsi Saham LinkAja Belum Tuntas
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA – Komposisi pemegang saham pengelola LinkAja, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), masih menjadi bahan diskusi antara pemerintah dengan badan usaha milik negara.

Menyamaratakan kepemilikan atau sesuai dengan kontribusi awal menjadi opsi bagi pihak yang terlibat dalam pembentukan perusahaan pemilik layanan keuangan digital LinkAja tersebut.

“Sepertinya tidak dibuat rata,” kata Direktur Strategi, Kepatuhan, dan Risiko PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Mahelan Prabantarikso kepada Bisnis, Rabu (27/2/2019).

Menurut Mahelan, kepemilikan saham akan sesuai dengan yang telah disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo kepada media massa. Telkomsel akan menjadi pengendali dengan kepemilikan 25%. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing akan memiliki 20% saham LinkAja. Sisanya, BTN dan Pertamina masing-masing 7% dan Jiwasraya 1%.

Dikonfirmasi terpisah Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Suprajarto membenarkan bahwa belum ada angka final terkait kepemilikan saham LinkAja. “Belum final. Tunggu launching saja,” kata Suprajarto kepada Bisnis belum lama ini. 

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rico Usthania Frans mengatakan bahwa yang terpenting dari pembagian saham LinkAja adalah harus seimbang. “Siapa yang investasi, itu yang mendapatkan value kembali dari return of investment,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LinkAja

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top