Jamkrindo Sosialisasikan Aplikasi UMKM Layak

Perum Jamkrindo menyosialisasikan platform marketplace guarantee bernama aplikasi UMKM Layak guna mempermudah UMKM dalam mengakses permodalan dari lembaga keuangan mitra Jamkrindo.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  19:19 WIB
Jamkrindo Sosialisasikan Aplikasi UMKM Layak
Randi Anto, Direktur Utama Perum Jamkrindo. - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG – Perum Jamkrindo menyosialisasikan platform marketplace guarantee bernama aplikasi UMKM Layak guna mempermudah UMKM dalam mengakses permodalan dari lembaga keuangan mitra Jamkrindo.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengungkapkan aplikasi tersebut merupakan bentuk inovasi perusahaan untuk meningkatkan aksesibilitas finansial UMKM dan koperasi.

Perusahaan, lanjutnya senantiasa meningkatkan peran dan fungsinya untuk menumbuhkan dan mengembangkan usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional.

“Inovasi terbaru yang diinisiasi Perum Jamkrindo adalah platform marketplace guarantee bernama aplikasi UMKM Layak yang bisa menciptakan captive market penjaminan,” kata Randi dalam siaran pers pada Jumat (15/3/2019).

Dia menjelaskan aplikasi tersebut dapat diakses melalui laman umkmlayak.co.id dan berfungsi menjadi alat analisa kelayakan usaha UMUM sekaligus mempertemukan UMKM layak kredit dengan lembaga keuangan penyalur kredit.

Dalam aplikasi tersebut, lanjutnya, Perum Jamkrindo berperan menilai kelayakan usaha UMKM melalui sistem pemeringkatan yang mengintegrasikan metodologi Jamkrindo Scoring (Jscore), psikometrik, lembaga pengelola informasi perkreditan (LPIP) dan data NIK.

Perum Jamkrindo, ujarnya, bertindak sebagai pemasok data UMKM potensial yang layak kredit & layak jamin kepada mitra penerima jaminan yaitu lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank.

”Sebagai alat analisa kelayakan usaha UMKM, aplikasi UMKM Layak ini memadukan data dan informasi usaha, karakter melalui psikometrik serta rekam jejak kredit/pembiayaan UMKM. Dengan analisa menyeluruh, diharapkan tidak ada lagi informasi asimetris antara UMKM dengan lembaga keuangan," ucapnya.

Sementara bagi UMKM, tambahnya, dapat memiliki posisi tawar yang lebih baik. Adapun dari sisi lembaga keuangan, terutama perbankan, aplikasi ini dapat menjadi referensi calon debitur kredit yang memang layak untuk diberi modal.

Agar banyak UMKM yang memanfaatkan aplikasi tersebut, perusahaan melakukan sosialisasi pada hari ini, Jumat (15/3/2019) di Kota Semarang dengan menggandeng asosiasi pendamping UMKM, yakni Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI).

“Semakin banyak UMKM yang dapat menikmati layanan UMKM Layak, makin meningkat akses finansial bagi UMKM. Ini akan berperan dalam pemerataan perekonomian nasional," ujarnya.

Kepala Divisi Manajemen Risiko dan PUKM Perum Jamkrindo Ceriandri Widuri menambahkan ada ratusan UMKM yang hadir untuk mengikuti sosialisasi aplikasi UMKM Layak.

Selain memperoleh akses terhadap pembiayaan, UMKM juga bisa mendapatkan pelatihan-pelatihan yang diadakan Perum Jamkrindo dengan terdaftar dalam aplikasi UMKM Layak.

”Aplikasi ini masih dalam tahap pilot project. Rencananya kami akan sosialisasikan terlebih dahulu di empat wilayah dengan target 1.000 UMKM terdata di aplikasi dan dapat diajukan untuk memperoleh kredit/pembiayaan dari perbankan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi, jamkrindo

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top