Obligasi Jatuh Tempo, BFIN Gunakan Dana Internal dan Obligasi Anyar

Obligasi Jatuh Tempo, BFIN Gunakan Dana Internal dan Obligasi Anyar
Nindya Aldila | 20 Maret 2019 22:46 WIB
Direktur Keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk Sudjono (kanan) didampingi Direktur Pemasaran Sutadi memberikan penjelasan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (14/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT BFI Finance Indonesia Tbk. menggunakan kas internal dan penerbitan obligasi untuk membayar pelunasan pokok obligasi dan atau pembayaran bunga obligasi senilai Rp946 miliar.

Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono mengatakan sumber dana akan berasal dari sebagian kas internal Perseroan yang diperoleh dari penerimaan hasil pembayaran piutang oleh konsumen (A/R) setiuap bulannya. Selain itu, BFI FInance juga baru saja merilis obligasi senilai Rp1 triliun pada Februari 2019.

Obligasi Berkelanjutan III BFI Finance Indonesia Tahap IV Tahun 2018 Seri A (Kode Obligasi BFINOBACN4) dengan nilai emisi sebesar Rp946 miliar jatuh tempo pada tanggal 16 Maret 2019.

“Menggunakan sinking fund yang sudah disiapkan. Sama kebetulan ada penerbitan obligasi baru di akhir Februari sebesar Rp1 triliun. Jadi jumlah dana yang tersedia menjadi lebih dari cukup,” katanya, Rabu (20/3).

Terhitung mulai tanggal 18 Maret 2019, Obligasi Berkelanjutan III BFI Finance Indonesia Tahap IV Tahun 2018 Seri A tersebut sudah tidak tercatat dan tidak dapat diperdagangkan lagi melalui Bursa Efek Indonesia.

Pelunasan pokok obligasi dan atau pembayaran bunga obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku agen pembayaran atas nama emiten sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam perjanjian agen pembayaran kepada pemegang obligasi melalui pemegang rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran masing—masing sebagaimana yang telah ditentukan.

Di samping itu perseroan dengan kode emiten BFIN ini juga masih memiliki beberapa obligasi yang bakal jatuh tempo pada tahun ini dengan nilai total Rp838 miliar. Obligasi tersebut bakal jatuh tempo pada Juli 2019 senilai Rp188 miliar, Oktober 2019 senilai Rp550 miliar, dan November 2019 senilai Rp100 miliar. 

“Itu tidak masalah karena nilainya kecil dan masih lama, nanti akan disiapkan dananya. Biasanya dari kas internal,” ujarnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bfi finance

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup