Bank Syariah Berburu Dana Haji

Bank-bank syariah berburu dana haji sebagai salah satu sumber dana pihak ketiga. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memproyeksi dana haji yang terkumpul dapat mencapai sekitar Rp400 triliun pada 2035.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 08 April 2019  |  10:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Bank-bank syariah berburu dana haji sebagai salah satu sumber dana pihak ketiga. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memproyeksi dana haji yang terkumpul dapat mencapai sekitar Rp400 triliun pada 2035. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebanyak 30% di antaranya atau sekitar Rp120 triliun ditempatkan di perbankan syariah.

Sekretaris Perusahaan PT Bank BRI Syariah Tbk. Indri Tri Handayani mengatakan bahwa penempatan dana haji di bank syariah dapat mendorong ekspansi pembiayaan karena adanya sumber dana yang melimpah.

“Lalu hasilnya pengembalian dana BPKH bisa sesuai dengan yield atau imbal hasil yang diharapkan bersama,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Indri menyampaikan, saat ini penempatan dana haji di BRI Syariah masih sekitar 45% dari total dana pihak ketiga yang tercatat sebesar Rp21 triliun per Januari 2019. Ke depan perseroan akan mengoptimalkan kembali nasabah yang telah melakukan pelunasan haji melalui BRI Syariah. Hal ini agar tetap terjalin relasi yang baik dengan perseroan.

Direktur Bisnis SME dan Komersial PT Bank BNI Syariah Dhias Widhyati mengemukakan, dengan adanya peningkatan kelolaan dana haji, perseroan akan diuntungkan karena memiliki likuiditas jangka panjang. Oleh sebab itu, perseroan siap meluncurkan berbagai instrumen investasi yang bisa dikembangkan dari masuknya dana haji nasabah.

“Kami harapkan mulai tahun ini bisa merilis instrumen investasi seperti sukuk, agar sesuai ketentuan regulator 70% dana dapat dikelola di pasar keuangan,” ujarnya.

Adapun, Bank BNI Syariah menargetkan pertumbuhan tabungan haji pada tahun ini sebesar 20% secara tahunan. Target pertumbuhan ini dicapai dengan beberapa strategi, salah satunya adalah dengan menggandeng travel perjalanan haji dan umrah.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank BCA Syariah John Kosasih menilai, seharusnya dana kelolaan haji di Indonesia jauh lebih besar dari Malaysia mengingat jumlah penduduk dan potensi pasar lebih besar di Indonesia.

Pada tahun ini, perseroan pun telah mempersiapkan produk Tahapan Mabrur yang sudah tercetak lebih dari 3.000 rekening.

“Tahapan Mabrur ini produk tabungan nasabah untuk menabung biaya haji Rp25 juta dan atau untuk kebutuhan umrah. Untuk setoran RTJH [Rekening Tabungan Jamaah Haji] kami sampai dengan akhir tahun lalu sudah ada hampir 500 rekening, dengan setoran awal Rp25 juta,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri syariah, bri syariah, dana haji

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top