Begini Rencana Bank Mandiri Terkait Restrukturisasi Kredit KRAS

Bank Mandiri menyatakan akan segera merampungkan kesepakatan proses restrukturisasi utang PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS) bersama 16 debitur lainnya.
Ropesta Sitorus | 10 Mei 2019 16:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyatakan akan segera merampungkan kesepakatan proses restrukturisasi utang PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS) bersama 16 debitur lainnya.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar menyatakan bahwa skema restrukturisasi utang itu akan dilakukan dalam tiga tahap yakni A, B dan C.

“Pembahasan kesepakatan restrukturisasinya sudah mengerucut, sudah 80%–90%, mudah-mudahan pekan depan sudah final. Sekarang masih ada 2–3 bank asing yang belum memberikan kesepakatan karena masih butuh waktu untuk proses persetujuan ke induknya di Malaysia dan Singapura,” katanya di Jakarta, Kamis (9/5/2019) malam.

Royke menjelaskan, skema tahap A berfokus pada perbaikan kinerja KRAS. Normalisasi operasional KRAS dari kondisi saat ini yang mengalami kerugian, diharapkan membuat perusahaan mampu membayar kewajiban kredit.

Tahap B, yakni penjualan aset KRAS di sejumlah anak usaha serta fixed asset yang tidak berkaitan langsung dengan operasional perseroan.

Kemudian, sisa kewajiban utang akan ditutupi lewat tahap C, yakni penerbitan convertible bond yang dapat dikonversi dengan saham KRAS melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu.

“Kalau kinerja KRAS sudah baik lagi, pabriknya mudah-mudahan selesai, sahamnya akan membaik sehingga dia bisa rights issue dan ada [investor] yang masuk, nah ini bisa kami konversi menjadi saham dan sahamnya kami jual lagi,” katanya.

Nantinya keterlibatan 17 bank debitur akan dibagi dalam tiga tahap tersebut. Adapun, Bank Mandiri akan ikut serta dalam tiga tahap sekaligus.

“Ketiga skema ini diharapkan bisa jalan secepatnya. Untuk tahap kedua kami beri waktu bagi KRAS untuk jual aset dalam 3 tahun. Tapi kami harap sih tidak lebih dari 5 tahun,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KRAS memiliki utang dalam bentuk pinjaman jangka pendek sebesar US$1,13 miliar kepada sejumlah kreditur.

Beberapa kreditur tersebut meliputi bank pemerintah, bank swasta dan bank asing seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., Indonesia Eximbank, PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank OCBC NISP Tbk., PT Bank Danamon Indonesia Tbk., PT Bank Pan Indonesia Tbk., PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank DBS Indonesia serta Standard Chartered Bank.

Adapun Bank Mandiri per akhir 2018 memiliki saldo tagihan jangka pendek di KRAS sebesar US$359,58 juta yang akan jatuh tempo pada 27 September 2019.

Tagihan tersebut terbagi dalam tiga jenis pinjaman seperti letter of credit impor (L/C) senilai US$161,2 juta, bank overdraft US$131,08 juta dan kredit modal kerja dalam Rupiah setara US$57,31 juta serta dalam Dolar Amerika senilai US$10 juta.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri, krakatau steel, restrukturisasi utang

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup