LinkAja Syariah Dukung Penghimpunan Dana Nasabah

Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) berharap peluncuran aplikasi LinkAja Syariah oleh bank-bank milik pemerintah dapat memacu penghimpunan dana simpanan nasabah di bank-bank syariah.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  09:56 WIB
LinkAja Syariah Dukung Penghimpunan Dana Nasabah
(Kiri ke kanan) Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS Afdhal Aliasar dalam konferensi pers Peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024, Selasa (14/5/2019). Bisnis - M. Richard

 Bisnis.com, JAKARTA — Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) berharap peluncuran aplikasi LinkAja Syariah oleh bank-bank milik pemerintah dapat memacu penghimpunan dana simpanan nasabah di bank-bank syariah. 

Direktur Bidang Inovasi Produk, Pendalaman Pasar, dan Pengembangan Infrastruktur Sistem Keuangan Syariah KNKS Ronald Rulindo mengatakan bahwa aplikasi sistem pembayaran berbasis quick response (QR) code LinkAja Syariah dapat membantu penghimpunan dana nasabah, terutama tabungan yang termasuk dalam kategori dana murah perbankan. 

"Tujuan kami adalah meningkatkan penghimpunan dana murahnya perbankan syariah," katanya, Selasa (14/5/2019). 

Adapun, hari ini (14/5) Bank Syariah milik BUMN (PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, PT Bank BRI Syariah Tbk., dan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk.) menandatangani nota kesepahaman terkait dengan komitmen peluncuran LinkAja Syariah.

Hadirnya LinkAja Syariah ditujukan untuk melayani transaksi dana sosial keagamaan, seperti infak, zakat, dan wakaf dengan masjid-masjid dan lembaga zakat di seluruh Indonesia. 

Ronald menerangkan platform pembayaran digital terbukti cukup kuat meningkatkan dana murah. Bahkan, beberapa platform digital seperti Go-pay dan Ovo mendapat manfaat yang cukup banyak dengan menumpuknya dana masyarakat. 

Dia menuturkan, hal yang sama juga akan diterapkan pada bank syariah. Namun, penghimpunan dana murah, yang berkaitan erat dengan akad, akan disesuaikan dengan hukum syariah. Meski demikian, dia mengaku peluncuran LinkAja Syariah tidak akan serta merta berdampak signifkan pada porsi dana syariah. 

"Kita tetap harus menyediakan salurannya, sehingga perbankan syariah kita juga bisa siap," katanya. 

Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi tabungan dan giro di perbankan syariah pada 2018 mencapai 42%. Sepanjang dua bulan pertama 2019, porsinya masih belum berubah banyak. 

Adapun porsi tabungan dan giro tersebut relatif lebih kecil dibandingkan dengan porsi tabungan dan giro di perbankan umum yang mencapai lebih dari 55%. 

Selanjutnya, Ronald mengutarakan proses pembuatan LinkAja Syariah sudah melewati beberapa proses. Bahkan, pengujian awal juga sudah dilakukan dan disaksikan oleh pihak bank terkait dan PT Fintek Karya Nusantara pemilik produk aplikasi pembayaran LinkAja. Dengan demikian, dia berharap platform pembayaran digital ini dapat diluncurkan tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank syariah, bank bumn, LinkAja

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top