Kuartal I/2019,BPD Bali Cetak Laba Rp153,6 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank Bali) mencetak laba bersih senilai Rp153,6 miliar pada kuartal I/2019, tumbuh 12,5% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu.
M. Richard | 16 Mei 2019 10:55 WIB
BPD Bali

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) mencetak laba bersih senilai Rp153,6 miliar pada kuartal I/2019, tumbuh 12,5% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Kredit BPD Bali Made Lestara Widiatmika mengatakan kinerja perseroan pada kuartal pertama tahun ini cukup baik. Hal ini dikarenakan manajemen dan tim-tim lapangan berkoordinasi dengan baik. 

"Perolehan laba kami pada awal tahun ini melebihi target yang kami tetapkan sebelumnya," katanya, Selasa (14/2019). 

Berdasarkan laporan publikasi BPD Bali, raihan laba yang lebih tinggi tersebut disebabkan oleh kenaikan pendapatan bunga bersih dan beban operasional bersih selain bunga bersih. 

Pada kuartal I/2019, pendapatan bunga bersih tercatat Rp395,6 miliar, atau naik 2,3% (yoy). Made menjelaskan hal tersebut dikarenakan perseroan mendapat margin yang cukup baik dari penyaluran kredit konsumer ke aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan. 

"Saya belum bisa sebutkan porsinya tetapi kredit yang kami salurkan ke ASN cukup besar. Margin besar sedangkan risikonya juga relatif lebih landai," paparnya. 

Di samping itu, peningkatan pendapatan bunga bersih juga dikontribusikan oleh semakin berkurangnya penghimpunan dana wholesale dari perusahaan, baik swasta maupun milik negara. 

Made melanjutkan, perolehan fee based income (FBI) juga terus meningkat karena didorong oleh penggunaan kartu debit, kredit, dan internet banking sudah semakin tinggi. 

"Iya ini dampak positif dari pengembangan teknologi yang kami lakukan beberapa tahun belakangan. Kami jadi punya saluran pendapatan lain," katanya. 

Beban operasional bersih selain bunga turun dari Rp212,2 miliar per Maret 2018 menjadi Rp207,1 per Maret tahun ini. 

Sebagai informasi, BPD Bali mencatatkan pertumbuhan kredit 3,7% (yoy) menjadi Rp16,7 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga tumbuh 9,5% (yoy) menjadi Rp19,6 triliun. 

Made menuturkan perseroan masih akan melanjutkan pertumbuhan positif hingga akhir 2019. Dia berharap dapat mencapai laba sekitar Rp500 miliar atau tak jauh berbeda dengan capaiannya tahun lalu. 

"Upaya peningkatan kerja keras ini masih akan kami lanjutkan. Target yang kami tetapkan bukan per tahun melainkan per kuartal," ucapnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpd bali

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup