Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp820,20 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Raharja (Persero) hingga April 2019 telah menyalurkan santunan senilai Rp820,20 miliar bagi korban kecelakaan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  19:41 WIB
Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp820,20 Miliar
JIBI - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Raharja (Persero) hingga April 2019 telah menyalurkan santunan senilai Rp820,20 miliar bagi korban kecelakaan.

Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding mengatakan nilai penyaluran tersebut meningkat sekitar 5,19% dibandingkan periode yang sama pada 2018.

Pasalnya, pada April 2018, perusahaan pelat merah yang menjalankan program perlindungan dasar terhadap korban kecelakaan alat angkutan umum darat, laut dan udara, serta korban kecelakaan lalu lintas ini menyalurkan santunan senilai Rp779,75 miliar.

“Sampai dengan April 2019 Jasa Raharja telah menyerahkan santunan sebesar Rp820,20 miliar,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (27/5/2019).

Amos menjelaskan perlindungan kepada korban kecelakaan melalui santunan tersebut menjadi tugas pokok Jasa Raharja. Hal itu pula menjadi tanda kehadiran negara dalam memberikan perlindungan mendasar.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok itu, sambung Amos, pihaknya memberikan layanan kepada masyarakat melalui 29 kantor cabang, 63 kantor perwakilan, 67 kantor pelayanan Jasa Raharja dan 1.560 Samsat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di samping itu, Amos menegaskan pihaknya mulai memanfaatkan peluang dengan hadirnya revolusi industri 4.0 guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pokok itu. Pihaknya pun telah melakukan transformasi layanan dengan digitalisasi transaksi keuangan atau cashless payment.

BUMN ini pun telah menggandeng sejumlah perbankan pelat merah sehingga transaksi bisa dilakukan setiap saat, termasuk pada akhir pekan atau hari libur.

“Jasa Raharja telah melakukan penyerahan santunan dengan sistem cashless, di mana santunan langsung ditransfer ke rekening korban kecelakaan atau ahli waris melalui virtual account.”

Sejalan dengan itu, Amos mengatakan pihaknya juga telah menetapkan tolak ukur analisa dan evaluasi kecepatan pelayanan guna memenuhi ekspektasi masyarakat akan layanan yang cepat, sederhana, bebas pungutan.

Di samping digitalisasi layanan, Amos mengatakan pihaknya juga melakukan transformasi digital di bidang pendapatan. Upaya itu diwujudkan dengan hadirnya Aplikasi Monitoring Data Pendapatan (Monita). Aplikasi ini akan menunjukkan pendapatan Jasa Raharja terkini atau secara real time.

Dengan begitu, jelasnya, manajemen dimudahkan untuk mengevaluasi upaya pencapaian target penerimaan. “Sehingga tercapai zero outstanding,” ujarnya.

Sementara untuk optimalisasi pendapatan, Amos menambahkan Jasa Raharja telah melakukan sinkronisasi data host to host dengan ASDP, Pelni, Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Damri dan KAI.

Mudik Bareng

Untuk tahun ini, PT Jasa Raharja (Persero) kembali ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas Mudik Bareng BUMN oleh Kementerian BUMN pada 2019. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dijadwalkan melepas secara resmi peserta mudik bareng perusahaan milik negara di Jakarta pada 30 Mei 2019.

Tahun ini ada104 perusahaan yang bergabung dalam penyelenggaraan Mudik Bareng BUMN 2019 dengan target memberangkatkan 250.000 pemudik ke berbagai kota tujuan di Tanah Air naik 22,63% dibandingkan dengan tahun lalu.

BUMN Mudik Bareng 2019 akan diberangkatkan dari 56 kota keberangkatan masing-masing 22 kota di Pulau Jawa, dan 34 kota di luar Pulau Jawa. Lokasi tujuan terdiri atas 136 kota masing-masing 57 kota di Pulau Jawa, dan 79 kota di luar Pulau Jawa. Sementara armada yang dikerahkan terdiri atas 3.897 bus, 138 kapal laut, 49 rangkaian kereta api, dan 76 pesawat udara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jasa raharja

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top