Bank Milik Hary Tanoe Ini Genjot Dana Murah

Direktur Bank MNC Rita Motagna Siahaan mengatakan hingga semester I/2019, dana pihak ketiga (DPK) perseroan masih ditopang oleh dana simpanan deposito.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  07:42 WIB
Bank Milik Hary Tanoe Ini Genjot Dana Murah
Presiden Direktur PT Bank MNC Internasional Tbk. Mahdan (tengah) berbincang dengan Komisaris Independen Jeny Gono (dari kiri), Presiden Komisaris Ponky N. Pudijanto, Direktur Hermawan dan Direktur Rita Montagna, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank MNC Internasional Tbk. menargetkan porsi dana murah (current account savings account/CASA) pada dana pihak ketiga bisa meningkat menjadi 20 persen hingga akhir 2019.

Direktur Bank MNC Rita Motagna Siahaan mengatakan hingga semester I/2019, dana pihak ketiga (DPK) perseroan masih ditopang oleh dana simpanan deposito.

“Porsi CASA dibandingkan deposito 19 persen, kami mau lebih mendorong giro dan tabungan,” katanya, Kamis (20/6/2019).

Rita menyampaikan salah satu strategi yang akan dilakukan untuk memacu dana murah adalah dengan memanfaatkan jaringan dari MNC Group.

“Karena sinergi dengan grup potensinya besar, baik untuk lending maupun funding. Kami harapkan orang-orang di sekitar value chain MNC Grup bisa memanfaatkan produk layanan Bank MNC,” jelasnya.

Selain itu, perseroan juga akan terus mengembangkan digital banking untuk menarik nasabah. Menurut Rita, saat ini perbankan sudah memiliki layanan i-banking untuk giro yang sudah dipadukan dengan virtual account.

Untuk tabungan, Bank MNC menambahkan fitur prepaid dan postpaid pada layanan m-banking. Rita mengharapkan dengan adanya layanan elektronik bisa menarik nasabah untuk menempatkan dana.

Direktur Utama Bank MNC Mahdan mengatakan menggenjot CASA merupakan salah satu strategi perseroan untuk meningkatkan pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) yang ikut berdampak pada pendapatan profit perseroan.

Pasalnya, pada kuartal-kuartal sebelumnya beban bunga perseroan terhitung cukup tinggi. Berdasarkan laporan publikasi per Maret 2019, beban bunga perseroan memang tercatat menurun 8,69 persen menjadi sebesar Rp155,65 miliar.

Sementara itu, NIM perseroan juga tercatat meningkat 25,79 persen menjadi sebesar Rp101,43 miliar. Laba bersih perseroan tercatat menurun drastis 96,75 persen menjadi sebesar Rp3,08 miliar pada kuartal I/2019.

Mahdan menargetkan DPK akan tumbuh 10 persen hingga akhir tahun, diselaraskan dengan penyaluran kredit perseroan yang ditargetkan tumbuh 12-14 persen.

Menurutnya, pada penyaluran kredit, perseroan akan fokus pada sektor UMKM dengan target penyaluran sebesar Rp400 miliar hingga akhir tahun.

Dia menilai sektor tersebut cukup potensial. Oleh karenanya perseroan juga mengembangkan layanan yang memudahkan para debitur, salah satunya meluncurkan layanan digital Smart Loan dengan proses aplikasi yang lebih mudah dan cepat.

Perseroan memproyeksikan penyaluran kredit pada semester II/2019 masih sesuai harapan, yaitu tumbuh sekitar 12 persen. Per Maret 2019, penyaluran kredit Bank MNC tumbuh 10 persen menjadi sebesar Rp7,64 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mnc group

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top