Masuk Kuartal III, Aset BPJS Ketenagakerjaan Bakal Tembus Rp412 Triliun

Capaian aset itu merupakan sebuah momentum karena jumlahnya setara dengan aset BPJS Ketenagakerjaan selama 40 tahun.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 03 Juli 2019  |  18:45 WIB
Masuk Kuartal III, Aset BPJS Ketenagakerjaan Bakal Tembus Rp412 Triliun
Petugas BPJS Ketenagakerjaan melayani warga di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta, DI Yogyakarta, Kamis (22/6). - Antara/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkirakan akan membukukan aset sebanyak Rp412 triliun pada Agustus atau September 2019.

Amran Nasution, Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan menuturkan capaian ini merupakan sebuah momentum karena jumlah ini setara dengan aset BPJS Ketenagakerjaan selama 40 tahun.

“Waktu kami masuk pada 2016 asetnya baru Rp206 triliun, aset ini merupakan akumulasi pengelolaan selama 40 tahun. Sekarang dalam 3,5 tahun sudah dua kali lipat. Kita estimasi aset kita mencapai Rp412 triliun pada Agustus-September mendatang,” kata Amran di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Amran menyebutkan capaian ini merupakan kolaborasi dari pengumpulan iuran dan pengembangan investasi melalui enam instrumen yang diizinkan yakni surat hutang negara, obligasi, reksadana, saham, properti dan penyertaan langsung.

“Properti kita punya Menara Jamsostek, hasilnya diaduk dengan pengembangan dalam instrumen lain lalu hasilnya dikembalikan ke peserta. Di Kawasan Kuningan [properti kita] sudah jadi dan tahap finishing, bulan depan [Bank} Mandiri dan Danareksa masuk [sebagai penyewa],” katanya.

Menurutnya,  dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan akan mencapai Rp443 triliun pada akhir Desember 2019. Target ini optimis dapat dicapai dengan memacu kinerja investasi dan penarikan iuran.

Sementara itu, Amran menyebutkan saat ini investasi langsung yang dilakukan baru mencapai 1%. Harapannya hingga akhir tahun mencapai 2%. Sedangkan peningkatan investasi langsung baru memungkinkan dilakukan jika realisasi pertubahan penempatan investasi rampung direvisi oleh pemerintah.

“Dalam audit BPK kita diminta melakukan optimalisasi aset,” katanya.

Menurut Amran salah satu peluang invetasi langsung yang sedang digarap dengan serius adalah peningkatan pemanfaatan tanah BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini kosong.

Tanah yang tesebar di Bekasi, Bandung, Tangerang hingga wilayah Pertukangan akan dilakukan pembangunan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal karena dapat disewakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aset, bpjs, bpjs ketenagakerjaan

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top