Kredit Modal Kerja Perbankan Mulai Melambat

Pertumbuhan penyaluran kredit khusus untuk modal kerja mengalami perlambatan pada paruh pertama tahun ini karena pelaku usaha masih menunggu kepastian politik dan situasi ekonomi global.
Ropesta Sitorus & Maria Elena
Ropesta Sitorus & Maria Elena - Bisnis.com 03 Juli 2019  |  10:16 WIB
Kredit Modal Kerja Perbankan Mulai Melambat
Nasabah melakukan transaksi melalui anjungan tunai mandiri di kantor PT Bank Danamon Indonesia Tbk di Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA—Pertumbuhan penyaluran kredit perbankan untuk kebutuhan modal kerja yang sempat mengalami tren kenaikan sejak Mei 2018, kini mulai menunjukkan tren perlambatan sejak Januari hingga Mei tahun 2019.

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit untuk modal kerja per Mei 2019 sebesar 10,8% (secara year on year) lebih rendah dibandingkan dengan April yang mencapai 11,1% (YoY). Sepanjang tahun ini, segmen KMK memang menunjukkan perlambatan melanjutkan kondisi pada kuartal IV tahun sebelumnya.

Sebagai gambaran, sejak Mei 2017, pertumbuhan kredit KMK berfluktuasi di level 7% - 8% dan baru mencapai dua digit pada Mei 2018 di kisaran 10,4%. Lalu, pada semester II/2018, pertumbuhannya terekskalasi dengan puncaknya sebesar 14,2% pada Oktober 2018.

Akan tetapi, sejak November tahun lalu, tren pertumbuhannya mulai melambat. Hal ini akibat perlambatan di sejumlah sektor, antara lain peternakan, pertanian, kehutanan & perikanan; industri pengolahan; pertambangan dan penggalian; serta konstruksi.

Koreksi yang terdalam dialami oleh sektor bidang listrik, gas dan air bersih, yakni dari pertumbuhan 3,8% pada Oktober 2018 menjadi minus 19% (YoY) pada bulan berikutnya.

Adapun, sepanjang awal tahun ini, sektor yang mengalami perlambatan pertumbuhan masih relatif sama. Sektor listrik, gas dan air bersih yang sempat tumbuh 16,8% pada April kembali melambat menjadi hanya tumbuh 3,1% pada Mei 2019.

Selain itu, sektor konstruksi serta perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) juga melambat masing-masing menjadi 20,5% dan 6,9%.

Bank Indonesia dalam Analisis Uang Beredar yang terbaru menyatakan perlambatan pertumbuhan kredit modal kerja dan konsumsi, menyebabkan pertumbuhan kredit secara keseluruhan melambat dari 11,1% (YoY) per April menjadi 11,0% (YoY) pada bulan kelima tahun ini.

Adapun, total kredit modal kerja yang disalurkan perbankan pada Mei 2019 mencapai Rp2.509,7 triliun, mengambil porsi 46% dari total kredit sebesar Rp5.451,8 triliun.

Proporsi tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan dua kategori lainnya, yakni kredit investasi sebesar Rp1.385,7 triliun (25,4%) dan kredit konsumsi Rp1.556,3 triliun (28,5%).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembiayaan, kredit modal kerja

Editor : Emanuel B. Caesario

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top