Teknologi Dorong Produktivitas Pemasaran BRI 30 Persen

Melalui aplikasi bernama BRISpot, pengajuan pinjaman mikro dapat cair dalam hitungan jam.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  13:20 WIB
Teknologi Dorong Produktivitas Pemasaran BRI 30 Persen
Bank Rakyat Indonesia (BRI) - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatat bahwa implementasi teknologi telah mendorong produkitivitas pemasaran bank hingga 30 persen. Pasalnya melalui aplikasi bernama BRISpot, pengajuan pinjaman mikro dapat cair dalam hitungan jam.

“Saat ini, penggunaan BRISpot di segmen mikro oleh tenaga pemasar sudah hampir mencapai 100 persen,” kata Sekretaris Perusahaan BRI Bambang Tribaroto dalam keterangan tertulis, Rabu (31/7/2019).

Dia melanjutkan, pada umumnya pengajuan kredit di bank memerlukan waktu relatif lama karena kebutuhan administrasi dan analisa. Namun digitalisasi telah memangkas seluruh proses.

BRISpot merupakan sebuah terobosan digital BRI untuk membuat proses kredit mikro lebih cepat, efisien, paperless dan digital base. Diharapkan aplikasi ini akan mendukung target bank membuat komposisi kredit mikro sebesar 40 persen dari total portofolio kredit pada 2022.

Per Maret 2019 komposisi kredit mikro sebesar 34,9 persen, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, 34,7 persen. Sejak 2014, kontribusi mikro cenderung naik, di mana pada saat itu sumbangsing kredit mikro terhadap total fungsi intermediasi sebesar 31,3 persen.

Aplikasi yang diluncurkan dan diimplementasikan sejak di tahun 2018 lalu ini, mengandalkan fleksibillitas untuk para marketing dan analisis BRI. Mereka dapat leluasa melakukan fungsi pemasaran jemput bola dan proses pengajuan kredit tanpa harus ke kantor.

“Seluruh proses pencarian kredit secara end to end bisa dilakukan di manapun dan kapanpun melalui ponsel pintar,” tambah Bambang.

Selain itu, bank mengklaim BRISpot telah menerapkan mitigasi risiko yang memadai dengan disematkannya fitur geotagging yang mampu mendokumentasikan titik lokasi nasabah secara akurat saat proses kredit. Teknologi ini memudahkan pemutus kredit setiap saat bisa melakukan pengecekan berdasarkan informasi-informasi yang sudah ada di sistem. Hal ini dilakukan sebagai fungsi dual control dan pengawasan untuk memastikan kebenaran proses kredit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top