Porsi Kredit Korporasi BJTM di Urutan Buncit

Direktur Keuangan Bank Jatim Fajar Timur Satyagraha mengatakan, pagu kredit untuk korporasi bahkan masih kalah dibanding penyaluran dana kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Padahal, dari segi nilai kredit UMKM yang salurkan Bank Jatim per Semester I/2019 hanya sebesar Rp5,44 triliun.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  18:43 WIB
Porsi Kredit Korporasi BJTM di Urutan Buncit
Bank Jatim - Repro

Bisnis.com, JAKARTA – Porsi penyaluran kredit terhadap korporasi oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) ternyata masih lebih rendah dibanding penyaluran pinjaman untuk sektor lain.

Direktur Keuangan Bank Jatim Fajar Timur Satyagraha mengatakan, pagu kredit untuk korporasi bahkan masih kalah dibanding penyaluran dana kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Padahal, dari segi nilai kredit UMKM yang salurkan Bank Jatim per Semester I/2019 hanya sebesar Rp5,44 triliun.

“[Kredit korporasi] masih 23-24 persen. [Jumlah kredit] paling besar masih [kredit] konsumer,” ujar Fajar di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Sepanjang Semester I/2019 pertumbuhan penyaluran kredit Bank Jatim sebesar 8,25 persen secara year on year (yoy) atau sebesar Rp34,77 triliun. Pertumbuhan ini masih lebih rendah dibanding target awal tahun bank daerah ini sebesar 9,5 persen.

Berdasarkan data yang diterima Bisnis, penyaluran kredit korporasi Bank Jatim sepanjang Semester I/2019 sudah tumbuh 19,65 persen atau sebesar Rp3,57 triliun secara year to date (ytd). Bank Jatim menargetkan pertumbuhan kredit korporasi hingga 14,05 persen hingga akhir tahun

Pada periode yang sama, emiten perbankan berkode BJTM ini juga sudah menyalurkan kredit di sektor komersial sebesar Rp7,95 triliun atau tumbuh 17,72 persen secara yoy. Pertumbuhan tertinggi kedua dicatat kredit sektor UMKM sebesar 11,63 persen dengan nilai Rp5,45 triliun.

Pertumbuhan kredit di sektor Konsumer menjadi yang terendah yakni 4,33 persen secara yoy, meski nilainya tertinggi dibanding kredit dua sektor lain karena mencapai Rp21,37 triliun.

Fajar mengatakan, penyaluran kredit korporasi pada 6 bulan pertama 2019 banyak untuk mendanai proyek sindikasi diantaranya pembangunan jalan tol nasional. Hingga akhir tahun nilai kredit korporasi yang sudah komitmen dan menunggu dicairkan mencapai Rp1-1,2 triliun.

Sebagai catatan, pada semester I/2019 Bank Jatim mencatat laba bersih Rp816,42 miliar atau naik 7,67 persen yoy. Total aset Bank Jatim di periode yang sama mencapai Rp68,95 triliun dengan kenaikan 15,81 persen.

Bank Jatim selama 6 bulan pertama 2019 berhasil menghimpun DPK hingga Rp57,93 triliun atau naik 17 persen. Jumlah DPK ini ditopang dana murah atau CASA yang rasionya mencapai 69,62 persen.

Pada periode yang sama modal inti Bank Jatim juga naik 9,08 persen menjadi Rp7,57 triliun. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggenggam 51,20 persen saham, sementara Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan Masyarakat masing-masing memiliki 28,39 persen dan 20,41 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank jatim, bjtm

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top