EKONOM : Bulan Ini Bukan Waktu Tepat bagi BI Pangkas Suku Bunga

Bank Indonesia masih memiliki ruang pelonggaran kebijakan moneter sampai akhir tahun tetapi akan cenderung menahan suku bunga acuan bulan ini.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  14:20 WIB
EKONOM : Bulan Ini Bukan Waktu Tepat bagi BI Pangkas Suku Bunga
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan pada jumpa pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019). Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 6,00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia masih memiliki ruang pelonggaran kebijakan moneter sampai akhir tahun tetapi akan cenderung menahan suku bunga acuan bulan ini.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan ruang penurunan suku bunga acuan atau BI7 Days Repo Rate (BI7DRR) masih terbuka hingga akhir tahun. Namun Josua menilai bulan ini bukan waktu yang tepat menurunkan suku bunga berkaca dari kondisi global yang sempat membuat pelemahan rupiah.

"Dari sisi tensi perang dagang AS dan China kemarin ada perkembangan resiko resesi, ataupun resiko shock dari peso Argentina karena hasil pemilu yang mengejutkan," ungkap Josua, Rabu (21/8/2019).

Dia menjelaskan dengan kondisi ketidakpastian yang meningkat sebulan terakhir, BI diprediksi menahan suku bunga acuan 5,75%. Hal ini terutama dari sisi eksternal BI masih akan menunggu sinyal penurunan suku bunga dari The Fed sampai September 2019.

"Ruang pelonggaran masih terbuka karena inflasi masih terkendali sampai akhir tahun dan diperkirakan ekspektasi defisit transaksi berjalan menyusur kisaran 2,6% sampai 2,8% [dari PDB] hingga akhir tahun," terang Josua.

Menurut Josua, pertimbangan utama BI dalam menurunkan suku bunga dalam 4 bulan tersisa tahun ini adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suku bunga acuan

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top