Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BTN Apresiasi Pemangkasan Suku Bunga Acuan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam memangkas suku bunga acuannya. Perseroan optimistis dapat mulai menyesuaikan suku bunga simpanan dan fokus pada perbaikan net interest margin.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  18:31 WIB
Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk R. Mahelan Prabantarikso (kiri) menyerahkan mock-up kartu Kartu Debit Bank BTN berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) kepada Kepala Grup Teknologi Finansial, Kerjasama & Komunikasi Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (17/4/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk R. Mahelan Prabantarikso (kiri) menyerahkan mock-up kartu Kartu Debit Bank BTN berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) kepada Kepala Grup Teknologi Finansial, Kerjasama & Komunikasi Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (17/4/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam memangkas suku bunga acuannya. Perseroan optimistis dapat mulai menyesuaikan suku bunga simpanan dan fokus pada perbaikan net interest margin.

Direktur Kepatuhan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Mahelan Prabantarikso perseroan telah memprediksikan adanya pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 persen basis poin pada tahun ini.

Pasalnya, suku bunga acuan saat ini yang terlalu tinggi mulai menekan margin perbankan, dan juga telah berdampak pada penyerapan kredit oleh pelaku usaha.

"Pastinya kami mengapresiasi langkah regulator ini. Kami akan segera menyesuaikan suku bunga simpanan kami, kira-kira dalam satu bulan ke depan atau bahkan lebih cepat. Kalau sudah kondusif mungkin akan mulai akan kami transmisikan ke kredit," katanya, Kamis (22/8/2019).

Meski demikian, Mahelan juga menggarisbawahi bahwa kondisi ini juga tidak sepenuhnya menguntungkan bagi pelaku industri perbankan. Pasalnya, masih cukup ketatnya likuiditas akan membuat pelaku industri perbankan untuk saling mengawasi.

Penurunan suku bunga simpanan yang terlalu cepat akan membuat nasabah, khususnya nasabah kaya lari, dan membuat likuiditas justru semakin ketat.

"Pastinya perbankan juga akan saling lihat-lihatan. Pokoknya kami akan cepat sesuaikan tetapi juga akan lihat-lihat pasar juga," katanya.

Sebagai informasi, loan to deposits ratio (LDR) emiten berkode BBTN ini berada di posisi 114,24 persen, atau lebih tinggi dari periode sama tahun lalu 111,46 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn suku bunga acuan
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top