Bank Optimistis Kredit Konsumer Tetap Melaju

Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Handayani mengatakan, pertumbuhan kredit konsumer BRI masih tumbuh sesuai harapan. Bahkan, perseroan menargetkan kredit pada segmen ini dapat tumbuh dua digit hingga akhir tahun.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  13:29 WIB
Bank Optimistis Kredit Konsumer Tetap Melaju
Nasabah berjalan menuju galeri e-banking Bank BRI di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bank optimistis penyaluran kredit konsumer akan tetap melaju positif hingga akhir tahun kendati secara industri, kredit konsumer tumbuh melambat pada semester I/2019.

Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Handayani mengatakan, pertumbuhan kredit konsumer BRI masih tumbuh sesuai harapan. Bahkan, perseroan menargetkan kredit pada segmen ini dapat tumbuh dua digit hingga akhir tahun.

“Kredit konsumer keseluruhan, kami melihatnya masih optimis. BRI sendiri pertumbuhannya meningkat baik untuk kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, dan kredit tanpa agunan yang kami sebut BRIGuna,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Handayani menyampaikan, kredit pemilikan properti (KPR) tumbuh 23 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II/2019. Menurutnya, kredit segmen KPR masih akan bertumbuh. “Kami lihat pertumbuhannya positif, karena yang kami sasar adalah yang memang untuk first home owner.”

Begitu juga dengan kredit kendaraan bermotor (KKB), perseroan mencatatkan penyaluran kredit di segmen ini tumbuh 35 persen yoy pada kuartal II/2019.

Untuk mendorong KKB, perseroan memilih untuk menyalurkan kredit pada kendaraan baru dengan CC menengah. Selain itu, perseroan juga akan mendorong krdit tanpa agunan dengan memanfaatkan nasabah payroll.

BUKOPIN

Sementara itu, PT Bank Bukopin Tbk. mengincar pertumbuhan kredit konsumer bisa mencapai 8 persen hingga akhir tahun 2019.

Direktur Konsumer Bank Bukopin Rivan A. Purwantono mangatakan pertumbuhan kredit konsumer pada paruh pertama tahun 2019 ini belum meningkat signifikan, namun pihaknya optimis bisa mencapai target pada semester II/2019.

“Biasa saja, di industri kan mencapai 4 persen – 5 persen, semua bank merevisi, kami sama kok, tetapi harapannya kami tidak putus asa,” katanya.

Rivan menyampaikan, pertumbuhan penyaluran kredit konsumer perseroan pada semester I/2019 ditopang oleh segmen kredit pemilikan motor (KPM).

Bekerja sama dengan anak usaha, PT Bukopin Finance, penyaluran kredit KPM Bank Bukopin meningkat hingga lebih dari 100 persen secara tahunan, sehingga perseroan akan lebih menggenjot kredit di segmen ini hingga akhir tahun.

Sebelumnya, perseroan menyampaikan kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh stagnan hingga hingga kuartal II/2019 dan belum akan menjadi andalan perseroan.

“Tren [pertumbuhan] untuk KPR ini cukup rendah, industrinya juga [kita lihat begitu]. Kami juga tidak terlalu menggenjot KPR. Tahun lalu tumbuhnya negatif, kalau tahun ini bisa tumbuh 9 persen saja sudah sangat bagus,” katanya.

Perseroan mengharapkan pertumbuhan KPR bisa mencapai 8 persen hingga akhir tahun, atau lebih rendah dibandingkan dengan kredit konsumer pensiunan yang mampu digenjot hingga 15 persen.

“Kami masih optimis, di awal ketersedian stok rumah terbatas jadi di market juga turun, customer juga tidak mau inden lama-lama kan, sekarang ketersediaan stok di semester II akan lebih baik,” jelasnya.

Dikutip melalui laporan publikasi, penyaluran kredit perseroan tercatat meningkat, dari Rp62,20 triliun pada Juni 2018 menjadi Rp62,59 triliun pada Juni 2019 atau naik 0,63 persen secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank, kredit, bri

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top