OJK Ungkap 5 Kebijakan Strategis di Hadapan Puluhan Investor Asal Inggris

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkap 5 kebijakan strategis lembaganya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pasar keuangan.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  00:27 WIB
OJK Ungkap 5 Kebijakan Strategis di Hadapan Puluhan Investor Asal Inggris
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kanan), disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan paparan dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk 'Investasi Unicorn untuk Siapa?' di Jakarta, Selasa (26/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkap 5 kebijakan strategis lembaganya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pasar keuangan.

Kelima kebijakan ini diungkap Wimboh saat berbicara dalam acara UK-Indonesia Financial Services Dialogue 2019. Acara ini dihadiri puluhan investor dan jajaran eksekutif pasar keuangan Inggris.

Menurut Wimboh, kebijakan pertama. yang akan dijalankan yakni memberi pembiayaan alternatif untuk 5 sektor prioritas pemerintah, dan pembiayaan infrastruktur melalui pasar modal sebagai growth engine baru.

Kedua, OJK hendak mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kontribusi pasar keuangan yang dapat meningkatkan ekspor, subsidi impor, meningkatkan lapangan kerja, optimalisasi basis perpajakan dan lingkungan investasi yang investor-friendly.

Ketiga, OJK akan melakukan promosi akses ke pasar keuangan sebagai efek multiplier MSME dan publik di daerah terpencil. Keempat, mempersiapkan pasar keuangan untuk beradaptasi dan berkembang di era Revolusi Industri 4.0.

Kelima, Wimboh menyebut akan menjalankan reformasi business process di OJK dan di industri pasar keuangan.

Dia juga mengungkap keinginannya fokus membangun ekosistem tekfin untuk menciptakan lingkungan yang kondusif agar inovasi-inovasi dapat berkembang pesat.

Berdasarkan data OJK, saat ini nilai pinjaman di tekfin berbasis peer-to-peer (P2P) lending telah mencapai Rp44,8 triliun dengan 9.7 juta peminjam dari 127 perusahan yang telah terdaftar.

"Industri fintech yang berkembang pesat ini dilihat sangat menarik sebagai untuk para investor inggris untuk menanam modal atau untuk berkolaborasi dalam ekosistem digital ini” ujar Direktur Pasar Modal Adventure UK Steven Marcelino di acara yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ojk, fintech

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top