ROA Sempat Turun, Begini Siasat BRI Syariah Perbaiki Kinerja Akhir 2019

PT Bank BRI Syariah Tbk. berharap mampu meningkatkan rentabilitas atau kemampuan bank dalam mencetak keuntungan pada akhir tahun 2019 lewat ekspansi pembiayaan dan efisiensi biaya dengan penambahan dana murah.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  04:00 WIB
ROA Sempat Turun, Begini Siasat BRI Syariah Perbaiki Kinerja Akhir 2019
BRI Syariah - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank BRI Syariah Tbk. berharap mampu meningkatkan rentabilitas atau kemampuan bank dalam mencetak keuntungan pada akhir tahun.

Hingga Juni 2019, rasio return on asset (ROA) perseroan tercatat di kisaran 0,5 persen dan net operation margin (NOM) berada di kisaran 5,5 persen. ROA BRI Syariah sempat mengalami tren penurunan dalam beberapa kuartal terakhir.

Mengutip laporan keuangan publikasi per Juni 2018, rasio ROA BRI Syariah masih tercatat sebesar 0,92 persen, dan pada akhir 2018 turun menjadi 0,43 persen. Adapun NOM perseroan pada akhir tahun lalu sebesar minus 0,27 persen.

“Untuk akhir 2019 ROA akan dijaga pada level sekitar 0,7 persen dan NOM pada level 5 persen seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi dan arah pengembangan bisnis BRI Syariah,” kata Indriati Tri Handayani, ketika masih menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan BRI Syariah kepada Bisnis, belum lama ini.

Indri menjelaskan, sejalan dengan telah bertambahnya modal perseroan sehubungan dengan IPO, perseroan akan lebih ekspansif mengejar pertumbuhan bisnis demi meningkatkan profitabilitas. Selain itu, BRI Syariah juga ingin menekan beban operasional dengan menambah porsi dana murah current account saving account (CASA). 

Upaya yang dilakukan yakni dengan berfokus pada pertumbuhan pada segmen yang memiliki margin tinggi yaitu konsumer serta pada pembiayaan komersial yang memiliki risiko rendah yaitu yang berkaitan dengan BUMN.

Dari sisi penghimpunan dana, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ini juga akan fokus pada pertumbuhan giro dan tabungan. Peningkatan dana murah akan dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa institusi seperti lembaga pemerintah, BUMN, lembaga pendidikan dan lain-lain. 

Terpisah, Direktur Bisnis Komersil BRI Syariah Kokok Alun Akbar mengatakan nperseroan mulai fokus mengkonversi portofolio bisnis induknya demi menangkap peluang implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah(Qanun LKS) di wilayah Provinsi Aceh sebagai upaya memacu kinerja pada semester II/2019.

Dari proses konversi tersebut, kata Kokok, pihaknya menargetkan sedikitnya lebih dari dua juta nasabah dan lebih dari Rp20 triliun portofolio bisnis (pembiayaan dan pendanaan) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang ada di Aceh.

“Artinya implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh ini akan membawa dampak besar bagi peningkatan kinerja BRI Syariah, baik dari sisi pendanaan, pembiayaan, maupun laba rugi,” katanya.

Hingga akhir semester I/2019, BRI Syariah membukukan laba sebesar Rp35 miliar.

“Ini merupakan dampak dari langkah konservatif perseroan dalam melakukan pencadangan untuk pembiayaan yang terpengaruh kondisi pasar dan berefek pada sejumlah bank di Indonesia, termasuk BRI Syariah,” imbuhnya.

Ke depan, perseroan akan fokus pada peningkatan kualitas aset lewat beberapa program antara lain perbaikan proses under writing dan pembentukan tim task force untuk meningkatkan kualitas aset.

Rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance/NPF) sudah mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan posisi akhir tahun 2018 yakni dari 4,97 persen menjadi 4,51 persen pada akhir semester I/2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top