CIMB Niaga Syariah Pilih Restrukturisasi Dibanding Hapus Buku

Direktur CIMB Niaga Syariah Pandji P. Djajanegara mengatakan, perusahaannya memilih untuk lebih mengambil kebijakan restrukturisasi pembiayaan sejak awal dibanding melakukan hapus buku. Restrukturisasi dilakukan jika CIMB Niaga Syariah melihat adanya potensi kesulitan pembayaran dari debitur tertentu.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  09:43 WIB
CIMB Niaga Syariah Pilih Restrukturisasi Dibanding Hapus Buku
CIMB Niaga Syariah

Bisnis.com, JAKARTA – Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB Niaga Syariah) memiliki strategi selain hapus buku untuk menekan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF) hingga akhir tahun.

Direktur CIMB Niaga Syariah Pandji P. Djajanegara mengatakan, perusahaannya memilih untuk lebih mengambil kebijakan restrukturisasi pembiayaan sejak awal dibanding melakukan hapus buku. Restrukturisasi dilakukan jika CIMB Niaga Syariah melihat adanya potensi kesulitan pembayaran dari debitur tertentu.

“Jadi yang kami lakukan adalah restrukturisasi semenjak kami sudah melihat bahwa nasabah akan mengalami kesulitan. Jangan pas sesudah ada kesulitan baru di restrukturisasi,” kata Pandji kepada Bisnis, Senin (26/8/2019).

Berdasarkan laporan keuangan CIMB Niaga per Semester I/2019, nilai NPF bersih CIMB Niaga Syariah di periode ini naik 13 base poin menjadi 0,52 persen. Total pembiayaan CIMB Niaga Syariah di periode yang sama tumbuh 31,6 persen secara yoy menjadi Rp27,96 triliun. Pertumbuhan ditopang segmen Business Banking Rp16,33 triliun dan consumer banking Rp11,63 triliun.

UUS CIMB Niaga ini juga berhasil menghimpun Rp27,17 triliun dana pihak ketiga (DPK) sepanjang Semester I/2019. Angka ini tumbuh 37,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018.

Pandji mengatakan, hingga akhir tahun CIMB Niaga Syariah belum melakukan penghapusan buku secara masif. Mereka hendak melihat perkembangan pertumbuhan bisnis perusahaan terlebih dulu sebelum melakukan aksi tersebut.

“Kami pun dapat menekan rasio NPF kalau pertumbuhan bisnisnya juga tinggi, kan,” katanya.

CIMB Niaga Syariah rencananya akan memisahkan diri atau spin-off dari induk usahanya pada 2022 mendatang. Persiapan jelang pemisahan dengan CIMB Niaga akan mulai dilakukan tahun depan.

Pada paruh pertama 2019 CIMB Niaga Syariah berhasil menambah aset menjadi Rp38,22 triliun atau naik 56,9 persen secara yoy. Raihan ini berkontribusi 14,06 persen terhadap total aset induk usaha dan menempatkan CIMB Niaga Syariah sebagai bank syariah dengan aset terbesar keempat di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cimb niaga syariah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top