Pilih Investasi atau Asuransi Kalau Ternyata Sama-sama Penting?

Dengan memiliki asuransi, jelas Aviliani, seseorang telah memindahkan risiko masa depan dengan membayar premi sejak dini. Seseorang tidak akan pernah tahu apa yang akan dihadapinya di masa depan.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  19:26 WIB
Pilih Investasi atau Asuransi Kalau Ternyata Sama-sama Penting?
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani memaparkan pentingnya memiliki asuransi dan investasi pada talkshow bertajuk "Pilih Mana: Investasi atau Asuransi?". Talkshow yang diadakan oleh Republika dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini dilaksanakan di JS Luwansa Hotel, Jakarta pada Kamis (29/8/2019) - Bisnis/Geofanni Nerissa Arviana

Bisnis.com, JAKARTA – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan bahwa investasi dan asuransi merupakan dua hal yang penting untuk dimiliki oleh seseorang.

“Kalau ditanya pilih investasi atau asuransi, dua-duanya penting. Keduanya mempunyai manfaat yang berbeda,” kata Aviliani pada talkshow bertajuk “Pilih Mana: Investasi atau Asuransi” di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Dengan memiliki asuransi, jelas Aviliani, seseorang telah memindahkan risiko masa depan dengan membayar premi sejak dini. Seseorang tidak akan pernah tahu apa yang akan dihadapinya di masa depan.

“Kita tidak tahu, misal nantinya kita akan sakit. Dengan punya asuransi, kita tidak akan memberatkan anak atau keluarga kita karena sudah ada asuransi,” tutur Aviliani.

Menurutnya, kebanyakan orang memilih memiliki asuransi pada umur yang sudah dewasa atau sudah menikah. Padahal semakin tua umurnya, maka preminya pun semakin besar. Aviliani menganjurkan peserta talkshow yang notabene merupakan generasi muda untuk memiliki asuransi sejak dini.

Tak hanya untuk terhindar dari risiko mengeluarkan biaya jika sakit, asuransi juga penting sebagai dana simpanan di masa depan.

“Asuransi menurut saya wajib, apalagi untuk hari tua. Sekitar umur 58 tahun, biasanya seseorang pensiun. Kalau sudah tidak produktif, simpanan menjadi sangat penting,” lanjutnya.

Sementara itu, investasi juga diperlukan untuk menunjang kebutuhan di masa depan yang tidak masuk dalam ruang lingkup asuransi. Terdapat beberapa jenis investasi. Untuk dapat menentukan jenis investasi terbaik, seseorang harus mengenal dirinya terlebih dahulu.

“Investasi perlu mempertimbangkan risiko. Apakah Anda high risk taker atau low risk taker? Ini yang bisa menentukan jenis investasi kita,” kata Aviliani.

Bagi seseorang yang memiliki jiwa high risk taker, Aviliani menyarankan untuk memilih saham sebagai instrumen investasinya. Namun bagi seseorang yang memiliki jiwa low risk taker, dia menyarankan untuk memilih instrument investasi yang lebih aman seperti obligasi pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, asuransi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top