Bank Jatim Pacu Kredit Investasi

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) memacu penyaluran kredit investasi setelah realisasi pertumbuhan kredit belum maksimal pada semester I/2019.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 03 September 2019  |  19:29 WIB
Bank Jatim Pacu Kredit Investasi
Kegiatan di salah satu kantor cabang Bank Jatim. - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) memacu penyaluran kredit investasi setelah realisasi pertumbuhan kredit belum maksimal pada semester I/2019.

Pejabat Pengganti Sementara (PGS) Direktur Utama Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha optimistis kredit investasi akan meningkat seiring dengan banyaknya pencairan kredit, terutama pada sektor infrastruktur.

"Kredit investasi akan meningkat karena banyaknya pemberian kredit investasi di pembangunan jalan tol, maupun infrastruktur lainnya yang pencairannya berdasarkan progres," katanya kepada Bisnis, Senin (2/9/2019).

Pertumbuhan positif kredit investasi Bank Jatim tercermin dari penyaluran yang tumbuh sebesar 25,42 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juli 2019. Ferdian mengatakan, kontribusi terbesar pada pertumbuhan tersebut didorong oleh kredit sektor infrastruktur.

Lebih lanjut, Ferdian mengutarakan perseroan berupaya menjaga kualitas kredit investasi. NPL tertinggi disumbang oleh sektor listrik, gas, dan air.

Namun, imbuhnya, outstanding kredit bermasalah pada kerdit ini pun (non-performing loan/NPL) mengalami penurunan sebanyak 47 persen hingga Juli 2019. Sementara itu, perseroan menyatakan akan menjaga rasio NPL berada di bawah level 3 persen hingga akhir tahun.

Perseroan pun mematok pertumbuhan tinggi untuk kredit investasi, yakni 13,23 persen hingga akhir tahun 2019. Ferdian mengatakan perseroan juga akan mendorong penyaluran kredit lainnya pada sektor infrastruktur, seperti konstruksi dan pendidikan.

Adapun, berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan kredit investasi meningkat secara industri. Per Juli 2019, kredit investasi tumbuh 13,8 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan Juni 2019 yang tercatat sebesar 13,3 persen yoy.

Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan tersebut terutama berasal dari pertumbuhan sektor listrik, gas, dan air bersih, serta sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan.

Secara keseluruhan, total portofolio kredit yang disalurkan Bank Jatim pada semester I/2019 sebesar Rp34,77 triliun atau tumbuh 8,25 persen yoy.

Sektor pendorong pertumbuhan, yaitu komersial dan usaha kecil menengah, dengan pertumbuhan masing-masing 17,72 persen yoy dan 11,63 persen yoy, sedangkan segmen pendorong lainnya adalah konsumer yang berkontribusi hingga 61 persen dengan pertumbuhan 4,33 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank jatim

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top