CIMA Luncurkan Program Sertifikasi Keuangan Syariah

Sertifikasi bernama The CIMA Islamic Finance Qualification ini dirilis di Jakarta oleh Regional Vice President The Association of International Certified Professional Accountants- Asia Pacific Venkkat Ramanan, dan Country Manager Indonesia The Association of International Certified Professional Accountants Dwi Putra Widiyanto.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 17 September 2019  |  10:35 WIB
CIMA Luncurkan Program Sertifikasi Keuangan Syariah
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri), Ketua MUI Ma'ruf Amin, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah Ventje Rahardjo (kanan) meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (Meksi) 2019-2024 di Jakarta, Selasa (14/5/2019). Meksi 2019-2024 akan dijadikan rujukan pengembangan ekonomi syariah Indonesia, yang kemudian dapat diturunkan menjadi program kerja implementatif pemerintah. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - The Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) resmi meluncurkan program sertifikasi keuangan syariah di Indonesia pada Selasa (17/9/2019).

Sertifikasi bernama The CIMA Islamic Finance Qualification ini dirilis di Jakarta oleh Regional Vice President The Association of International Certified Professional Accountants- Asia Pacific Venkkat Ramanan, dan Country Manager Indonesia The Association of International Certified Professional Accountants Dwi Putra Widiyanto.

Kehadiran program ini merupakan salah satu upaya guna mengembangkan industri keuangan syariah di Indonesia. Sertifikasi ini diharapkan juga dapat memaksimalkan pasar keuangan syariah Indonesia yang menurut CIMA hingga saat ini baru mencakup 5% dari seluruh industri keuangan di Indonesia.

Melalui keterangan pers yang diterima, kendati pemerintah telah merancang Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024, masih ada sejumlah faktor yang menghambat progres industri keuangan syariah domestik. Salah satunya adalah minimnya sertifikasi profesional khusus pelaku bidang keuangan syariah.

Data dari LSP Islamic Finance pada 2018 mencatat, dari seluruh institusi keuangan syariah lokal, Indonesia hanya memiliki 231 pakar keuangan syariah yang tersertifikasi.

Ada empat program kualifikasi yang dibuka oleh CIMA. Keempatnya adalah Hukum Komersil Syariah; Sertifikasi Takaful dalam Pasar Modal dan Instrumen Syariah; Perbankan Syariah; serta Sertifikasi Akuntansi untuk Institusi Keuangan Syariah.

Program yang bersifat dalam jaringan (daring) ini diharapkan memudahkan baik pelaku industri keuangan syariah yang baru ataupun profesional. Selain mendapatkan sertifikasi berstandar internasional, mereka dapat mengembangkan kemampuan dalam industri yang semakin berkembang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
keuangan syariah

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top