Fintech Lending Tokomodal Kantongi Izin OJK

Fintech peer to peer (P2P) lending Tokomodal yang dikelola PT Toko Modal Mitra Usaha kini menjadi satu dari tujuh fintech lending yang telah menyandang status berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 19 September 2019  |  04:45 WIB
Fintech Lending Tokomodal Kantongi Izin OJK
Co-founder Tokomodal Chris Antonius (tengah) saat berdiskusi dengan media di kantornya, Rabu (18/9/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Fintech peer to peer (P2P) lending Tokomodal yang dikelola PT Toko Modal Mitra Usaha kini menjadi satu dari tujuh fintech lending yang telah menyandang status berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Co-founder Tokomodal Chris Antonius mengatakan setelah didirikan pada 2017, Tokomodal resmi menyandang status sebagai fintech P2P lending berizin OJK sejak Mei tahun ini.

Dengan menyandang status ini, Tokomodal pun makin percaya diri untuk menjalankan bisnis pinjam-meminjam yang membantu pengusaha UMKM pemilik toko yang tergabung dalam Outlet Binaan Alfamart (OBA).

Saat ini, banyak OBA yang masih kesulitan untuk mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal. “Tokomodal berharap bisa membantu mengatasi masalah tersebut,” ujarnya saat berdiskusi dengan media di kantornya, Rabu (18/9/2019).

Soal peluang untuk melakukan penetrasi, ia pun menilai potensinya masih sangat besar. Jumlah OBA saat ini sudah mencapai sekitar 40.000 warung. Dari jumlah ini, baru sekitar 10.000 OBA yang sudah menjadi peminjam di Tokomodal.

“Sampai akhir tahun ini, kami targetkan bisa melayani 20.000 OBA. Di sisi lain, kami yakin jumlah OBA juga akan terus bertambah,” kata Chris.

Optimismenya pun terdorong berkat jumlah transaksi di Tokomodal yang kian ramai. Di mana per kuartal rata-rata ada 100.000 transaksi pinjaman OBA di platform Tokomodal.

Dari sisi nilai pinjaman, hingga kuartal kedua tahun ini nilai pinjaman yang sudah dialirkan Tokomodal ke pemilik warung OBA menyentuh Rp150 miliar.

Dia menyebutkan besaran bunga yang diberikan kepada peminjam pun diklaim rendah. Untuk satu OBA, dia bilang bunga yang diberikan adalah sebesar 0,5% per minggu.

“Selama promosi, jika mereka bisa bayar di bawah 7 hari, bunganya 0%. Mereka juga tidak dikenakan biaya administrasi,” katanya.

Menurut Chris, pihaknya pun berhasil mencetak tingkat keberhasilan pengembalian pada hari ke-90 (TKB 90) sempurna di angka 100%. Hal ini didukung oleh mitigasi risiko yang ketat sedari awal sebuah OBA mengajukan pinjaman.

“Kami juga bekerjasama dengan Alfamikro untuk melakukan survei ke warung tersebut untuk memastikan warung tersebut memang layak,” ungkapnya.

Presiden Direktur Tokomodal Aidil Fathany menambahkan saat ini pihaknya masih berfokus untuk menggarap kalangan OBA dalam menyalurkan pinjaman. “Kami fokus membantu OBA untuk menaikkan daya saing mereka,” kata dia.

Selain memberikan kemudahan untuk mendapatkan pendanaan, Aidil bilang pihaknya pun bekerja sama dengan Alfamikro untuk meningkatkan kemampuan para pemilik warung ini, seperti pelatihan manajemen keuangan dan pengelolaan stok barang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech, alfamart

Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top