Bayar Iuran BPJS Kesehatan bisa Tanpa Rekening Bank

Sistem autodebit diterapkan untuk memberikan kemudahan dan kepastian dalam pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 20 September 2019  |  10:34 WIB
Bayar Iuran BPJS Kesehatan bisa Tanpa Rekening Bank
Direktur Keuangan dan Investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kemal Imam Santoso memberikan paparan saat melakukan spotcheck implementasi pembayaran iuran autodebit non rekening bank di Jatikalen, Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019). - Bisnis/Wibi Pangestu

Bisnis.com, NGANJUK — Sistem autodebit pembayaran iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai diterapkan pada 1 Januari 2020. Nantinya, peserta mandiri yang tidak memiliki rekening bank dapat memanfaatkan layanan pembayaran otomatis tersebut.
 
Direktur Keuangan dan Investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kemal Imam Santoso menjelaskan sistem tersebut diterapkan untuk memberikan kemudahan dan kepastian dalam pembayaran iuran JKN yang dikelola BPJS Kesehatan.
 
Dia menerangkan sistem autodebit tersebut akan diterapkan kepada seluruh peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Penerapan sistem tersebut telah diwajibkan sejak 1 Januari 2019, tetapi pada awal tahun depan, autodebit dapat dilakukan tanpa rekening bank.
 
Penerapan autodebit tidak hanya dilakukan melalui bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yakni BNI, BRI, Mandiri, BCA maupun kartu kredit seperti Standar Chartered dan Citibank, tetapi juga dapat dilakukan tanpa rekening bank. 
 
"Kami pahami bahwa kondisi demografi penduduk Indonesia sangat beragam dan belum tentu seluruh penduduk Indonesia memiliki rekening bank. Selain itu, masih ada peserta yang tempat tinggalnya jauh dari jangkauan bank atau tidak memiliki perangkat komunikasi canggih. Kami memberikan pilihan,” ujar Kemal saat melakukan spotcheck implementasi pembayaran iuran autodebit non rekening bank di Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019).
 
Dia mengungkapkan saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar autodebit tanpa rekening bank mencapai 110.175 peserta. Dari jumlah tersebut, peserta PBPU kelas 3 tercatat paling banyak menggunakan sistem autodebit, yaitu mencapai 67,55 persen.
 
Kemal berharap makin banyak peserta PBPU yang menggunakan autodebit, baik melalui bank ataupun non rekening bank. Dengan pembayaran yang selalu tepat waktu melalui sistem tersebut, peserta dapat terhindar dari risiko denda layanan.
 
“Upaya ini kami lakukan untuk memudahkan peserta dalam membayar iuran secara tepat waktu, meningkatkan kepatuhan peserta, juga diharapkan dapat membantu meningkatkan keberlanjutan Program JKN-KIS,” sambungnya.
 
Peserta yang sudah terdaftar sebagai peserta PBPU tetapi belum menggunakan autodebit dapat langsung  mendaftarkan diri ke bank atau menggunakan sistem autodebit tanpa rekening bank. Autodebit iuran JKN tanpa rekening bank tersebut dapat dilakukan melalui uang elektronik Mobile Cash, yakni rekening bayar iuran BPJS Kesehatan yang dikembangkan oleh PT Finnet Indonesia.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Finnet Paulus Djatmiko menyampaikan optimisme solusi dari BPJS Kesehatan dan Finnet dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk bagi BPJS Kesehatan. 
 
“Dicsinilah Finnet bersama BPJS Kesehatan memberikan solusi kepada masyarakat. Keterbatasan jangkauan internet di pelosok daerah tidak menjadi hambatan,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs kesehatan, jkn

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top