BI: Penerapan Qanun Aceh Dorong Ekonomi Syariah

Bank Indonesia menilai implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Provinsi Aceh merupakan potensi besar. Pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut diharapkan dapat terkerek seiring dengan pembiayaan syariah.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 24 September 2019  |  10:41 WIB

 Bisnis.comJAKARTA - Bank Indonesia menilai implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Provinsi Aceh merupakan potensi besar. Pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut diharapkan dapat terkerek seiring dengan pembiayaan syariah.

Kepala BI Aceh Zainal Arifin Lubis mengatakan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi Aceh masih di bawah wilayah Sumatra dan nasional. “Pembiayaan hulu-hilir dengan pola musyarakah dan mudharabah akan lebih cepat mengakselerasi perkonomian Aceh,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Selasa (24/9/2019).

Sejalan dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan mengajak masyarakat Aceh untuk memiliki akun bank syariah. Saat ini catatan otoritas menunjukan bahwa literasi keuangan di Aceh hanya 32,7%.

“Artinya dari 100 orang, 73 orang sudah berinteraksi dengan keuangan. Sementara untuk literasi keuangan syariah di Aceh ternyata hanya 21%, sementara tingkat inklusinya 41%,” kata Kepala OJK Aceh Aulia Fadly.

Sementara itu dari sisi perbankan, Direktur Operasional PT Bank BRI Syariah Fahmi Subandi menjelaskan potensi ekonomi yang bisa didapat Aceh dengan implementasi Qanun LKS. Saat ini dengan segala potensi ekonomi di wilayan tersebut, kebutuhan pembiayaan kebanyakan bersifat konsumsi.

Lebih lanjut, Fahmi menilai perlu insentif dan relaksasi dari pemerintah bagi pelaku bisnis di Aceh agar bisa menjalankan Qanun LKS. “Pertumbuhan Aceh bisa meningkat kalau semua pihak bersama-sama menerapkan qanun LKS,” kata Fahmi.

Adapun saat ini induk BRI Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tengah memulai konversi cabang konvensional ke syariah. Hal ini mengikuti aturan LKS di Aceh yang akan diterapkan paling lambat 2021.

Penerapan Qanun LKS di Aceh diprediksi dapat menambah aset BRI Syariah hingga Rp10 triliun lebih. Penambahan ini terjadi lantaran konversi debitur induk usaha ke BRI Syariah.

Selain itu juga akan ada konversi nasabah yang menyimpan uangnya di BRI. Dalam hal itu BRI Syariah berpotensi mendapat tambahan lebih dari 2 juta nasabah dan Rp20 triliun portofolio bisnis (pembiayaan dan pendanaan) di Aceh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank syariah

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top