Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Mayora Targetkan Kredit di Bawah Rata-Rata Industri

PT Bank Mayora mencatat pertumbuhan intermediasi dalam 2 tahun terakhir terbilang berat bagi bank kecil. Bank umum kelompok usaha (BUKU) II ini memproyeksi tutup tahun ini dengan kenaikan portofolio kredit secara tahunan satu digit, atau sekitar 7% hingga 8%.
Ilustrasi PT Bank Mayora/bankmayora.com
Ilustrasi PT Bank Mayora/bankmayora.com

Bisnis.comJAKARTA - PT Bank Mayora mencatat pertumbuhan intermediasi dalam 2 tahun terakhir terbilang berat bagi bank kecil. Bank umum kelompok usaha (BUKU) II ini memproyeksi tutup tahun ini dengan kenaikan portofolio kredit secara tahunan satu digit, atau sekitar 7% hingga 8%. 

Direktur Utama Bank Mayora Irfanto Oeij menjelaskan bahwa penyaluran kredit yang menantang bagi bank kecil bukan hanya terjadi tahun ini saja. Akan tetapi hal tersebut telah berlangsung sejak tahun lalu. Adapun industri perbankan pertumbuhan diproyeksi 10%-12%.

Satu di antaranya adalah ceruk pasar yang masih bergerak positif adalah kredit bernilai besar kepada perusahaan pelat merah. Dengan demikian bank bermodal kurang dari Rp5 triliun kesulitan ikut bermain.

“[Karena itu] BUKU 4 yang tumbuh tinggi dan [kreditnya] berhubungan dengan proyek-proyek pemerintah,” katanya kepada Bisnis, Rabu (23/10/2019).

Irfanto pun memperkirakan bank kecil hingga akhir tahun masih akan kesulitan mencari debitur. Bank bermodal inti kurang dari Rp5 triliun pun kemungkinan akan sukar memenuhi target akhir tahun.

Kendati demikian per September 2019, pertumbuhan kredit Bank Mayora cenderung menguat. Pada triwulan ketiga ini bank membukukan Rp4,1 triliun atau naik 9,6% yoy. Sebelumnya, atau kuartal II/2019, kredit bank hanya naik 1,89% yoy.

Adapun berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2019 fungsi intermediasi bank bermodal inti kurang dari Rp30 triliun hanya naik 0,1% yoy atau menjadi Rp2.521,9 triliun. Padahal portofolio kredit bank secara total tumbuh 8,6% yoy, menjadi Rp5.464,9 pada periode tersebut.

Kelompok bank bermodal inti paling pas-pasan, atau BUKU I melaporkan penurunan kredit sebesar 13,7% yoy menjadi Rp39,9 triliun. Utamanya hal ini disebabkan oleh kredit modal kerja dan kredit investasi yang masing-masing melorot 20,0% yoy dan 37,4% yoy.

BUKU III juga membukukan kondisi serupa. Pembiayaan bank umum konvensional bermodal inti Rp5 triliun hingga Rp30 triliun ini turun 1,3% yoy menjadi Rp1.721,9 triliun.

Sementara itu BUKU II masih menorehkan angka positif pada pertumbuhan kreditnya. Namun, realisasi kenaikan intermediasi BUKU II masih di bawah industri, atau 6,3% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper