Mandiri Syariah Bidik Rp2,7 Triliun dari Hajatan Festival Ekonomi Syariah

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menargetkan kerja sama kustodian dan wali amanat senilai Rp2,7 triliun dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta sepekan ini.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 14 November 2019  |  18:59 WIB
Mandiri Syariah Bidik Rp2,7 Triliun dari Hajatan Festival Ekonomi Syariah
Ilustrasi Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menargetkan kerja sama kustodian dan wali amanat senilai Rp2,7 triliun dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta sepekan ini.

Perseroan pun menandatangani Perjanjian Jasa Kustodian dengan PT Bank Aceh Syariah senilai Rp500 miliar dan dengan PT BPD Kaltim Kaltara senilai Rp200 miliar.

Penandatanganan Perjanjian Jasa Kustodian dilakukan Direktur Finance, Strategy & Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho dengan Pimpinan Divisi Perencanaan Dan Strategis PT Bank Aceh Syariah Amal Hasan, Direktur Bisnis & Syariah PT BPD Kaltim Kaltara Hairruzaman, dan Direktur Keuangan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Tjatur H Proyono, Kamis (14/11/2019).

Direktur Finance,  Strategy & Treasury BSM Ade Cahyo Nugroho mengatakan setiap tahun perseroan turut menyemarakkan ISEF yang digagas Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan Bank Indonesia.

BSM merupakan bank umum syariah pertama yang menyediakan layanan kustodian dan wali amanat sesuai tata kelola syariah. 

Wali amanat merupakan layanan jasa yang diberikan Mandiri Syariah untuk mewakili Pemegang Sukuk dalam melakukan pemantauan pemenuhan hak dan kewajiban Penerbit berdasarkan Perjanjian Penerbitan Sukuk. 

"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, tentunya kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam pengembangan keuangan syariah di Indonesia termasuk penyediaan Jasa layanan kustodian dan wali amanat," katanya melalui siaran pers, Kamis (14/11/2019).

Pimpinan Divisi Perencanaan dan Strategis PT Bank Aceh Syariah Amal Hasan mengatakan sejalan dengan persiapan penerapan peraturan Qanun Nomor 11/2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang diberlakukan menyeluruh di Provinsi Aceh, pihaknya telah menyesuaikan diri melakukan seluruh tata kelola perusahaan menggunakan prinsip syariah sesuai ketentuan yang berlaku.

"Sebelum adanya Bank Umum Syariah yang memiliki layanan Kustodian, kami sangat kesulitan dalam pengelolaan dan pengadministrasian surat berharga serta produk treasury lainnya. Dengan adanya layanan Kustodian di Mandiri Syariah sekarang sangat terbantu dalam melaksanakan tata kelola sesuai prinsip syariah," kata Amal.

Direktur Bisnis dan Syariah PT BPD Kaltim Kaltara Hairruzaman juga menyampaikan bahwa untuk kaffah-nya layanan bank syariah, sudah seharusnya lembaga keuangan syariah menyimpan efeknya di Kustodian Bank Umum Syariah.

Selain lebih syar’i pengadministrasiannya, Manajemen Kaltim Kaltara juga berharap dapat turut berperan aktif dalam memajukan industri keuangan syariah di Indonesia.

Selain penandatanganan Perjanjian Jasa Kustodian, pada waktu bersamaan dilakukan juga penandatanganan Addendum II Perjanjian Penerbitan dan Penunjukkan Sukuk Mudharabah III Tahun 2019 senilai Rp100 miliar, yang merupakan kelanjutan dari penerbitan Sukuk Mudharabah III  PNM Tahun 2019 dari rencana penerbitan Sukuk PNM sebesar Rp2 triliun.

"Penerbitan Sukuk ini akan digunakan untuk tambahan modal kerja pembiayaan syariah PNM, baik melalui PNM Mekaar maupun PNM ULaMM yang tersebar di seluruh Indonesia," jelas Tjatur H. Priyono, Direktur Keuangan PNM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bsm, mandiri syariah, ISEF

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top