Dirut Jiwasraya : Bail Out Bukan Opsi Utama 

Bail out tersebut bukan langkah utama dalam penyehatan keuangan perseroan, meskipun kemungkinan tetap diperlukan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 17 November 2019  |  17:59 WIB
Dirut Jiwasraya : Bail Out Bukan Opsi Utama 
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwasraya (Persero) buka suara soal isu permohonan dana talangan atau bail out yang tersiar akhir-akhir ini. 

Bail out tersebut bukan langkah utama dalam penyehatan keuangan perseroan, meskipun kemungkinan tetap diperlukan.

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyatakan bahwa dirinya akan berkomitmen dan fokus dalam melaksanakan upaya penyehatan kondisi keuangan perseroan.

Berbagai skema telah disiapkan oleh jajaran direksi untuk memulihkan kondisi perseroan yang kini mencatatkan risk based capital (RBC) -802 persen.

Sebelumnya tersiar informasi bahwa Jiwasraya mengajukan permohonan bail out senilai Rp32,89 triliun untuk mengembalikan RBC menjadi 120 persen, seperti ketentuan minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, Hexana menjelaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan opsi utama.

"Saya luruskan, untuk pemenuhan solvabilitas ada inisiatif-inisiatif korporasi bersama pemegang saham yang tidak termasuk bail out," ujar Hexana kepada Bisnis, Jumat (15/11/2019).

Dia menjabarkan bahwa berbagai upaya tersebut seperti pembentukan anak usaha Jiwasraya Putra (JsP) dengan melibatkan strategic partner, mekanisme pembiayaan melalui FinRe, penerbitan mandatory convertible bond (MCB), atau subdebt kepada holding.

Hexana menjelaskan bahwa berbagai upaya penyehatan yang akan menjadi prioritas tersebut dapat memberikan tambahan dana bagi Jiwasraya, tetapi dia tidak dapat menyebutkan nilainya.

"Tentu sudah kami hitung perkiraan dana [dari berbagai upaya selain bail out], tetapi sangat rahasia karena sedang di-due diligent," ujar Hexana.

Menurut Hexana perolehan dana dari upaya-upaya prioritas tersebut akan diutamakan untuk pembayaran klaim jatuh tempo dalam waktu dekat. Meskipun begitu, sebagian dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai keperluan lain dengan porsi relatif kecil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jiwasraya

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top