BTPN Dapat Fasilitas Pembiayaan Hijau dari IFC Sebesar US$150 Juta

International Finance Corporation (IFC), anggota kelompok Bank Dunia, menyediakan fasilitas pinjaman sebesar US$150 juta kepada PT Bank BTPN Tbk. dengan tenor 4 tahun.
Petugas menjelaskan produk Jenius, aplikasi teknologi finansial (tekfin) milik Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), kepada pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Senin (22/7/2019)./Bisnis-Rachman
Petugas menjelaskan produk Jenius, aplikasi teknologi finansial (tekfin) milik Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), kepada pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Senin (22/7/2019)./Bisnis-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - International Finance Corporation (IFC), anggota kelompok Bank Dunia, menyediakan fasilitas pinjaman sebesar US$150 juta kepada PT Bank BTPN Tbk. dengan tenor 4 tahun.

Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana mengatakan dana yang diperoleh dari fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan perseroan untuk meningkatkan pembiayaan hijau (green financing) dan pinjaman kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pemanfaatan dana ini akan berfokus pada dua bidang, di antaranya memperkecil kesenjangan pembiayaan melalui pendanaan jaringan rantai pasok (Supply Chain Financing) dan mendorong pembiayaan pada pengusaha UMKM wanita.

"Pembiayaan hijau dan pembiayaan rantai pasok di Indonesia saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan. Dengan visi untuk membawa perubahan bagi kehidupan jutaan orang, kami merasa senang dapat bermitra dengan lembaga keuangan multilateral yang kuat untuk memenuhi peningkatan kebutuhan dan mengurangi kesenjangan permintaan pembiayaan hijau dan pembiayaan rantai pasok," katanya, dikutip melalui siaran pers, Senin (16/12/2019).

Ongki menjelaskan, dengan keahlian global dalam pembiayaan yang berwawasan lingkungan dan pembiayaan rantai pasok, IFC akan membantu Bank BTPN untuk membangun kapasitasnya dalam pembiayaan hijau.

Hal pertama yang akan dilakukan adalah menyiapkan Bank BTPN untuk mengukur penurunan emisi gas rumah kaca di samping IFC memberi dukungan untuk mengembangkan bisnis Bank BTPN dalam pembiayaan rantai pasok.

Ongki menuturkan, dengan proyek ini, Bank BTPN diharapkan dapat meningkatkan nilai penyaluran kreditnya kepada UMKM yang dimiliki oleh wanita serta penyaluran kredit kepada nasabah wanita.

Country Manager IFC untuk Indonesia, Malaysia, dan Timor Leste, Azam Khan, menyampaikan selain membantu UMKM yang dimiliki oleh wanita, investasi tersebut juga menunjukkan bahwa proyek hijau layak untuk dibiayai, menggarisbawahi pentingnya penerapan standar dan best practice bagi institusi keuangan lainnya.

"Selain itu, fasilitas ini juga akan mendukung upaya pemerintah untuk menjadikan Pembiayaan Iklim [climate finance] sebagai kelas aset yang utama," jelasnya.

Azam menjelaskan, mendukung pembangunan yang berkelanjutan melalui pembiayaan hijau dan menurunkan kemiskinan melalui inklusi keuangan merupakan salah satu prioritas utama IFC di Indonesia.

Adapun, sejak 2005, IFC telah menyediakan pembiayaan jangka panjang untuk proyek-proyek iklim senilai lebih dari US$24 miliar di samping mobilisasi inti senilai hampir US$19 miliar.

Pada 2019 saja, Azam mengatakan IFC telah berinvestasi pada 93 proyek terkait iklim, membantu mencegah timbulnya emisi karbon dioksida dengan jumlah yang setara dengan 15,5 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Maria Elena

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper