Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rilis Dumi, Bank Mantap Bidik Rp100 Miliar Tahun Ini

Bank Mantap baru saja meluncurkan aplikasi pembiayaan untuk ASN bernama Duit Mikro atau Dumi. Perseroan membidik kredit yang diraih dari Dumi senilai Rp100 miliar pada 2020.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  14:35 WIB
Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Josephus K Triprakoso (kanan) bersama Direktur Nurkholis Wahyudi  (kiri) dan Direktur Pengelolaan Kas Negara Kementerian Keuangan Didyk Choiroel memantau pembayaran pajak nasabah di kantor pusat perseroan, di Jakarta, Kamis (11/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Josephus K Triprakoso (kanan) bersama Direktur Nurkholis Wahyudi (kiri) dan Direktur Pengelolaan Kas Negara Kementerian Keuangan Didyk Choiroel memantau pembayaran pajak nasabah di kantor pusat perseroan, di Jakarta, Kamis (11/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menargetkan pembiayaan Rp100 miliar dari aplikasi finansial teknologi untuk aparatur sipil negara bernama Duit Mikro atau Dumi pada tahun ini.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso menyampaikan perseroan memiliki kemampuan modal dan likuditas yang memadai untuk melakukan ekspansi tersebut. Lagi pula, pembiayaan kepada ASN tergolong potensial dan juga aman untuk dikembangkan melalui Dumi.

"Kami targetkan, bisalah sampai Rp100 miliar. Pembiayaan melalui Dumi ke ASN, khususnya pegawai di Badan Kepegawaian Negara (BKN)," katanya, usai peluncuran Dumi, Rabu (29/1/2020).

Josephus menjelaskan pembiayaan melalui Dumi tergolong aman lantaran mendapat bantuan suplai data dan informasi langsung dari BKN.

Aplikasi yang masuk ke Dumi akan kembali disortir oleh BKN untuk menghitung kemampuan bayar kembali debitur ASN yang mengajukan. "Skema ini dapat menghindari perolehan fasilitas kredit berlebih dari ASN," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyebutkan pembiayaan yang akan diambil oleh ASN BKN bersifat semi produktif. BKN akan sangat mengapresiasi jika ada pembiayan produktif yang diajukan oleh ASN.

"Kalau untuk saat ini baru semi produktif, jadi yang sifatnya bisa meningkatkan kualitas serta pendapatan dari ASN pada jangka lebih panjang. Seperti kebutuhan pendidikan anak," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit aplikasi Bank Mantap
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top