Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BP Jamsostek Akuisisi 23 Juta Peserta pada 2019. Capai Target?    

BP Jamsostek mencatatkan penambahan peserta baru hingga 23 juta meski begitu jumlah peserta yang keluar dari program akibat pensiun, mengundurkan diri maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) juga tinggi.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  17:45 WIB
Dirut PT Sinergi Investasi Properti Afdiwar Anwar (dari kiri) berbincang dengan Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Inda D Hasman, Dirut BPJSTK Agus Susanto, Dirut PT PP Tbk  Lukman Hidayat, dan Direktur BPJSTK Amran Nasution, usai meresmikan penutupan atap pembangunan gedung perkantoran Social Security Tower, di Jakarta, Kamis (18/10/2018). - JIBI/Endang Muchtar
Dirut PT Sinergi Investasi Properti Afdiwar Anwar (dari kiri) berbincang dengan Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Inda D Hasman, Dirut BPJSTK Agus Susanto, Dirut PT PP Tbk Lukman Hidayat, dan Direktur BPJSTK Amran Nasution, usai meresmikan penutupan atap pembangunan gedung perkantoran Social Security Tower, di Jakarta, Kamis (18/10/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) Ketenagakerjaan  atau saat ini lebih dikenal dengan BP Jamsostek mencatat telah meraih 55,2 juta peserta hingga akhir 2019 lalu.

Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menyebutkan jumlah peserta ini naik 9,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Jumlah ini juga setara 60,7 persen pekerja di Indonesia yang seharusnya terlindungi program asuransi wajib ini.

Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto dalam keterangan resminya menjelaskan total 55,2 juta pekerja itu telah mencakup 60,7% dari seluruh pekerja di Indonesia yang eligible sebagai peserta.

“Walaupun dinamika kepesertaan cukup tinggi tahun lalu, BP Jamsostek telah berhasil mengakuisisi 23,6 juta peserta [baru] di sepanjang 2019," terang Agus dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (31/1/2020).

Agus yang sebelumnya merupakan bankir di CIMB Niaga itu menjelaskan jumlah peserta ini berasal dari 681.400 perusahaan di seluruh Indonesia. Jumlah perusahaan yang menjadi peserta ini tumbuh 21,6% secara tahunan (yoy).

Tidak hanya fokus pada pekerja di dalam negeri, BP Jamsostek juga memberikan perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Perlindungan kepada para PMI ini dimulai sejak masa persiapan kerja, penempatan kerja, hingga kembali ke tanah air selepas kontrak kerja berakhir. Terhitung hingga akhir Desember 2019, sebanyak 544.500 PMI telah terdaftar dengan nilai iuran mencapai Rp101,8 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs ketenagakerjaan
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top