BP Jamsostek Laba Rp29 Triliun, Saldo JHT Peserta Naik 6,08 Persen

BP Jamsostek membukukan dana kelolaan Rp431,9 triliun pada akhir Desember 2019. Dana ini termasuk dari penambahan iuran sebesar Rp73,1 triliun.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  17:24 WIB
BP Jamsostek Laba Rp29 Triliun, Saldo JHT Peserta Naik 6,08 Persen
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyampaikan paparan pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA-- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau dikenal dengan BP Jamsostek membukukan hasil investasi senilai Rp29,2 triliun pada 2019 lalu.

Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menuturkan dengan capaian hasil investasi ini maka yield-on-investment (Y-o-I) yang dibukukan mencapai 7,34 persen. Lebih tinggi dari kinerja IHSG 2019 sebesar 1,7 persen.

"Untuk alokasi dana investasi, BP Jamsostek menempatkan sebesar 60 persen pada surat utang, 19 persen saham, 11 persen deposito, 9 persen reksadana, dan investasi langsung sebesar 1 persen", kata Agus melalui keterangan tertulis, Jumat (31/1/2020).

Secara keseluruhan, BP Jamsostek membukukan dana kelolaan Rp431,9 triliun pada akhir Desember 2019. Dana ini termasuk dari penambahan iuran sebesar Rp73,1 triliun.

 “Kondisi pasar investasi global dan regional tentunya memiliki pengaruh pada hasil investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada tahun 2019, terutama asuransi. Tapi kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 71 persen dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh langsung dengan fluktuasi IHSG", ujar Agus

Ia juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan ini,  maka peserta BP Jamsostek akan menikmati pengembangan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 6,08 persen.

Sebagai badan publik, Agus juga menjanjikan dana pekerja terjamin dengan baik. Dengan prinsip kehati-hatian, pihaknya juga berupaya mendapatkan imbal hasil terbaik. Mantan bankir CIMB Niaga itu mencontohkan investasi saham yang dilakukan hanya pada saham kategori LQ45. Jumlah saham pada kategori ini mencapai 98 portofolio saham perusahaan.  Sedangkan 2 persen lainnya merupakan anggota LQ 45 namun sudah keluar. Ia mencontohkan saham itu seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. ( ANTM).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs ketenagakerjaan

Editor : Anggara Pernando
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top