Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Melihat Kembali Kinerja Asabri yang Belum Terbitkan Lapkeu dari 2018

Asabri mengalami kerugian Rp6,21 triliun pada 2019. Akibatnya rasio kecukupan modal atas klaim atau risk based capital (RBC)  menjadi minus 571,17 persen tahun lalu. Jumlah ini diperkirakan akan membengkak menjadi 643,49 persen pada akhir 2020.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  13:16 WIB
Aktifitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri di Jakarta, Kamis (16/1/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Aktifitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri di Jakarta, Kamis (16/1/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Penurunan investasi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri telah mengemuka dalam rapat dengar pendapat dengan DPR RI. Rugi investasi juga disampaikan ke anggota dewan yang mencapai triliunan Rupiah. Meski begitu, perusahaan yang mengurus uang pensiun prajurit TNI, Kepolisian dan ASN Kementerian pertahanan itu belum menerbitkan laporan keuangannya sejak 2018. Lalu, bagaimana kinerja keuangan teranyar dari asuransi wajib itu?

Kinerja keuangan Asabri meski belum dalam bentuk laporan keuangan akhirnya dijabarkan oleh Direktur Utama Asabri Sonny Widjadja dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (29/1/2020) lalu. Berdasarkan dokumen keuangan Asabri yang diperoleh, perseroan mencatatkan premi Rp1,47 triliun pada 2019 atau naik 6,11% (year-on-year/yoy) dari Rp1,38 triliun pada 2018. Dalam laporan keuangan terakhir yang dipublikasikan Asabri, yakni pada 2017, jumlah premi senilai Rp1,39 triliun.

Klaim yang dibayarkan Asabri pada 2019 tercatat senilai Rp1,37 triliun. Jumlah tersebut meningkat 1,62% (yoy) dibandingkan dengan 2018 senilai Rp1,35 triliun dan meningkat dari 2017 senilai Rp1,34 triliun. Pembayaran klaim ini sepenuhnya berasal dari dana yang diperoleh dari APBN untuk kemudian disalurkan kepada para pensiunan. Perusahaan mengambil jasa atas biaya pengelolaan.

Sementara itu, untuk investasi yang dilakukan perusahaan terjadi penurunan signifikan.Total aset anjlok menjadi Rp9,54 triliun pada 2019. Artinya jumlah ini menyusut 45,14% (yoy) dari Rp17,39 triliun pada 2018.

Aset non investasi Asabri pun mengalami penurunan. Pada 2019 jumlahnya tercatat senilai Rp1,69 triliun atau merosot 47,94% (yoy) dibandingkan dengan 2018 senilai Rp2,55 triliun.

Alhasil, total aset Asabri tercatat merosot hingga 35,12% (yoy) menjadi Rp30,84 triliun pada 2019, dari 2018 senilai Rp47,54 triliun.

Selain penurunan aset investasi, kinerja hasil investasi Asabri pun tercatat rugi besar. Pada 2019, Asabri mencatatkan kerugian investasi Rp4,94 triliun, berbeda dengan 2018 yang mencatatkan laba hasil investasi Rp1,31 triliun dan 2017 senilai Rp 1,85 triliun.

Menurut Sonny, pada 2019 pihaknya mencatatkan unrealized loss saham senilai Rp5,2 triliun tetapi memperoleh pendapatan dari reksa dana senilai Rp197,2 miliar.

"Penurunan ini terjadi karena nilai saham dan reksa dana yang menurun," katanya.

Dari pengelolaan investasi ini secara total, Asabri mengalami kerugian Rp6,21 triliun pada 2019. Akibatnya rasio kecukupan klaim atas modal atau risk based capital (RBC)  menjadi -571,17% pada 2019 dan diperkirakan akan membengkak menjadi -643,49% pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asabri
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top